Imigrasi Layani Pembuatan Paspor Bagi Pasien Sakit

0
644
MENJELASKAN: Kepala Imigrasi Kelas II Tarempa Ikhsanul Pane (kedua dari kiri) saat menjelaskan Program Mobile Paspor untuk pasien sakit kepada awak media pada kegiatan press conference, Rabu (20/12). F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – PIHAK Imigrasi kelas III Kabupaten Anambas, memberikan pelayanan pengurusan paspor bagi pemohon yang sedang sakit. Hal itu dilakukan, dengan mengadakan program mobile paspor sebagai bentuk program unggulan.

Kepala Imgirasi Kelas III Tarempa Ikhsanul Pane mengatakan, pihaknya telah menjalankan sejumlan rangkajan kegiatan dalam pencapaian kinerja tahun 2017.

Ia menambahkan, pelayanan mobile paspor dilakukan pertamakali di Pulau Darak, Desa Air Biru Kecamatan Jemaja atas nama Aimah. Selanjutnya, pihaknya juga mendatangi pasien ke Puskesmas Tarempa, Kecamatan Siantan atas nama Kevin Ing.

”Ada dua orang pemohon yang sedang sakit, dan kita layani langsung dalam pembuatan paspornya,” ungkap Ikhsanul Pane, saat press release, Rabu (20/12).

Ikhsanul menjelaskan, jumlah pembuatan pasport mulai 1 Januari hingga 18 Desember 2017 berjumlah 830 dokumen. Dibandingkan dari tahun 2016, jumlahnya mengalami kenaikan yaitu sebanyak 684 dokumen.

”Jika dibandingkan tahun 2016, pemohon pembuatan dokumen paspor mengalami kenaikan,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, terkait kunjungan keberangkatan dan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 1931 orang. Adapun kunjungan terbanyak WNA berasal dari negara India, Philipina, Australia, China dan British. Selain itu, penerbitan izin tinggal keimigrasian dilintas perairan baru sebanyak 119 dokumen yang notabene bekerja sebagai awak kapal.

”Cukup banyak bagi kedatangan, dan keberangkatan WNA dan WNI bagi daerah Anambas. Saya yakin setiap tahunnya akan lebih meningkat, dengan melihat geliat pariwisata mulai berangsur bergerak,” ucapnya.

Ia melanjutkannya, Subseksi Insarkom Wasdakim dalam pendetensian oleh kantor imigrasi kelas III Tarempa tahun 2017 sebanyak 239 orang, Pemindahan detensi sebanyak 24 orang, dan pemulangan atau deportasi sebanyak 154 orang. Rata-rata WNA tersebut, mengalami persoalan pelanggaran perairan antar bangsa yang bekerja sebagai nelayan.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here