Imigrasi Pindahkan 64 WNA ke Rudenim

0
208
WNA yang di deportasi ketika hendak diberangkatkan menggunakan kapal KM Bukit Raya di Pelabuhan Tarempa menuju Tanjungpinang melalui Pelabuhan Sribayintan di Kijang , Kabupaten Bintan. f-Istimewa.
Pihak Imigrasi Kelas II Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas memindahkan 64 Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam dari Kapal Ikan Asing (KIA) yang ditangkap oleh TNI AL.

ANAMBAS – Dari jumlah itu, 5 orang WNA dideportasi ke negara asalnya yakni Vietnam. Sedangkan sisanya, 59 diinapkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudemnim) Tanjungpinang.

Semua ABK KIA itu, diberangkatkan menggunakan kapal KM Bukit Raya menuju Pelabuhan Sribayintan di Kijang, Kabupaten Bintan, Jumat (18/1) kemarin.

”Ada 64 orang ABK KIA asal negara Vietnam diberangkatkan menggunakan kapal KM Bukit Raya, dan dikawal oleh petugas Imigrasi serta anggota TNI AL Tarempa menuju pelabuhan Kijang dari pelabuhan Tarempa,” ungkap Eko Setiawan, selaku Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Imigrasi kepada Tanjungpinang Pos ketika ditemui di kantor Imigrasi Kelas II Tarempa, Senin (21/1).

Eko menyebutkan, sebanyak 5 Orang berkebangsaan Negara Vietnam setelah mendapatkan SPLP dari Kedubes Vietnam.

Maka, kelima orang itu dilakukan deportasi ke negara asalnya.

Keberangkatan itu dimulai dari Pelabuhan Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas menuju Pelabuhan Sribayintan di Kijang Kabupaten Bintan. Lalu, kelima orang itu diterbangkan menggunakan pesawat dari Bandara Raja Ali Haji Fisabililah (RHF) menuju Bandara Soekarno Hatta.

”Keberangkatan ke negara asalnya, warga negara asing ini pada hari Minggu (20/1),” jelas dia.

Eko menambahkan, jumlah 59 orang lainnya di tempatkan di Rudenim yang berada di kota Tanjungpinang.

Penitipan 59 orang WNA tersebut, menjelang mendapat respon dari kedutaan warga negara asing tersebut dan akan dilakukan deportasi selanjutnya.

”59 orang itu ditempatkan di Rudenim, hanya 5 orang saja yang dideportasi ke negara asal mereka yakni negara Vietnam,” ucap dia.

Proses pemulangan warga negara asing yang ditangkap, karena dugaan melakukan illegal fishing dilaut perairan Anambas oleh TNI AL setelah dilakukan proses penyelidikan sebelumnya.

Setelah mekanisme dalam proses dilalui maka pihak TNI AL menyerahkan ke pihak Imigrasi, selanjutnya dilakukan laporan kepihak atasan untuk disampaikan ke pihak kedutaan negara asal WNA.

”Biaya pemulangan warga asing itu ditanggung oleh kedutaan negara Vietnam. Selama proses penyelidikan dan menjelang dideportasi, maka pihak negara Indonesia yang menanggung makan dan minum para warga asing itu. Prosesnya bisa cepat dan bisa juga lambat. Diperkirakan dalam satu bulan, mereka diproses dan menjadi pengawasan oleh pihaknya,” ucap dia.

Ketika ditanya, apakah WNA yang dugaan melakukan illegal fishing tersebut berdasarkan data yang tercatat di Kantor Imigrasi pernah ditahan sebelumnya.

Ia menjawab, warga negara asing yang ditangkap tersebut berbeda-beda orangnya dan belum ditemukan nama yang sama atau pernah mengalami hal yang sama.

”Berbeda-beda orangnya yang ditangkap. Belum ditemukan orang yang sama. Alhamdulilah pemulangan WNA itu berjalan dengan aman dan lancar,” tutur dia.

Pada hari itu juga, Jumat (18/1) pihak Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas juga memulangkan 38 orang pelayan kafe remang-remang di Tempat Hiburan Malam (THM) Kecamatan Jemaja dengan kapal KM Bukit Raya.

Pemulangan pelayan THM oleh Dinas Sosial Anambas itu, atas desakan masyarakat Kecamatan Jemaja.

Ketika pemulangan pelayan THM dengan kapal Bukit Raya, terlihat ratusan masyarakat Kecamatan Jemaja ikut menyaksikan di Pelabuhan Berhala Letung.

Masyarakat yang hadir pada saat pemulangan sejumlah pelayan THM itu, untuk menyaksikan benar tidaknya pihak Pemerintah Daerah (Pemda) serius dalam memulangkan pelayan tersebut dari Jemaja.

”Diperkirakan ratusan masyarakat, yang menyaksikan di Pelabuhan Berhala Letung. Kami juga terkejut melihatnya. Sempat ada yang menabur beras kuning, ketika mobil pengangkut pelayan itu melintas,” ungkap Ricart, selaku Kepala Bidang Rehabilitas dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas yang langsung turun dilapangan ikut membawa rombongan para pelayan THM tersebut, Minggu (20/1). (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here