Imigrasi Tak Tahu Ada Wisatawan Masuk

0
622
KAPAL MEWAH: Kapal feri wisata sedang labuh jangkar di resor Pulau Bawah. f-istimewa

ANAMBAS – MASYARAKAT Letung, Kecamatan Jemaja mempertanyakan langkah pemerintah daerah yang mengatakan melarang PT Pulau Bawah untuk menerima wisatawan sebelum melengkapi izin.

Namun, pada kenyataannya masyarakat nelayan yang melintas melihat beberapa kali kapal melintas mengantarkan sejumlah wisatawan ke pulau tersebut pekan lalu. Diketahui, PT Pulau Bawah belum melengkapi izin operasional secara keseluruhan.

Artinya, sebelum adanya izin operasional yang jelas belum bisa menerima wisatawan atau tamu hotel. Resor yang menjadi andalan Kabupaten Anambas tersebut harga kamar untuk satu malam di bandrol Rp 17 juta.

”Kami masyarakat Jemaja mengetahui tentang keberadaan resort kelas internasional itu. Tapi kami belum tahu apakah sudah benar-benar memiliki izin apa belum,” ujar Asferi, warga Letung, Jumat (2/6).

Ia menyampaikan, beberapa hari ini pesawat carter kerap mendarat di Bandara Letung dan menurut informasi membawa wisatawan. Menurutnya, resort itu sangat bagus dan akan menjadi primadona bagi daerah Anambas. Namun, perlu diketahui keberadaan resort sangat jauh dari pantauan masyarakat.

Ia menjelaskan, untuk tiba ke Pulau Bawah dari Pelabuhan Letung menggunakan kapal speedboat dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Jika resort beroperasi ke depannya, tentunya menjadi harapan bagi putra putri daerah Anambas untuk bekerja di resor tersebut.

”Saya secara pribadi sangat senang dengan adanya resort itu, tapi saya mengharapkan mereka dapat memberdayakan anak tempatan sebagai pekerja terlebih dahulu ketimbang dari laur daerah,” ucapnya.

Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Ikhsanul Humala Pane mengatakan, tidak mengetahui ada kunjungan wisatawan asing ke Pulau Bawah. Ikhnsanul menjelaskan, sejauh ini resor tersebut belum bisa menerima wisatawan manapun baik lokal maupun internasional sebab masih melengkapi perizinan.

”Saya belum pernah mengetahui hal ini, dan saya akan memastikan. Jikalau pun ada kunjungan wisman ke sana, pihak manajemen akan memberi informasi kepada kami,” sebut Ikhanul, Jumat (2/6).

Karena dianggap kecolongan, Ikhsanul menegaskan pihaknya tidak memiliki pos di bandara dan Pulau Bawah dan mempersoalkan anggaran untuk membangun pos.

”Kami belum memiliki pos di Bandara dan Pulau Bawah. Sehingga kami tidak tahu. Mungkin tahun anggaran baru kami akan mengusulkan pembangunan pos di bandara dan Pulau Bawah. Karena orang asing harus diawasi dan dipantau,” jelasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here