Impas Goro Lingkungan Hingga Perdalam Alur Sungai

0
500
MAHASISWA dan pemuda di Dusun II Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara saat gotong-royong mengumpulkan sampah dari rumah-rumah warga. f-istimewa

LINGGA – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Senempek (Impas) Lingga terus memotori perilaku cinta kebersihan di Dusun II Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Sebab, setiap minggunya Impas bersama masyarakat selalu menggelar gotong-royong (goro).

Melalui Kepala Bidang Humas Impas, Rasyid Maulana mengatakan, dengan menggelar goro akan membuat lingkungan kampung bersih sekaligus menjaga kekompakan anggota Impas.

”Apalagi momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kalau di daerah kami, momentum Maulid Nabi Muhammad setiap masyarakat dari luar berkunjung untuk bersilaturahmi ke Kampung Senempek,” sebut Rasyid, Minggu (10/11).

Selain membersihkan lingkungan darat, lanjut Rasyid, Impas juga sering bergotong-royong di sungai dan pantai. Karena wilayah Senempek, kondisi wilayahnya merupakan pantai dan hutan bakau (Mangrove).

Kecilnya alur sungai yang bermuara ke laut di Dusun II Senempek, tentu menyulitkan warga setempat yang bekerja sebagai nelayan saat melintas di kala air surut.

Menanggapi hal itu, Impas berinisiatif melaksanakan goro untuk pelebaran alur sungai dengan alat seadanya.

Kegiatan itu pun diikuti antusias para anggota. Jika sungai tidak dibersihkan, maka sungai akan dangkal dan nelayan susah mau keluar untuk pergi melaut.

Rasyid mengakui, budaya membuang sampah sembarangan masih terjadi di Dusun II Senempek.

Untuk itu, Impas merasa perlu membangun kesadaran masyarakat agar lebih mencintai lingkungan bersih melalui aktivitas goro.

”Namanya juga masyarakat awam, tentu masih suka buang sampah sembarangan. Kondisi hampir sama dengan masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan. Untuk bulan-bulan ini, masyarakat sudah mulai sadar terkait bahayanya sampah bila dibuang sembarangan apalagi di aliran sungai,” sebut Rasyid.

Bahkan, saat ini setiap warga sudah punya karung goni untuk mengumpulkan sampah.

”Apabila sampah sudah penuh dalam satu minggu, maka kawan-kawan dari Impas tinggal mengambil dan membersihkan sedikit sampah yang berserakan di jalan,” tambahnya.

Untuk saat ini, Dusun II Senempek hanya ada Tempat Pembuangan Sementara sampah yang disediakan pemerintah.

Diketahui, Impas terbentuk sejak 10 Juni 2019 lalu. Untuk keanggotaan, total jumlah pengurus dan anggota Impas 60 orang dan terdapat mahasiswa yang menempuh kuliah di Tanjungpinang kurang lebih 30 orang. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here