Implementasi SDGs untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia Masa Depan

0
3678
Al Fiqri Zalni Damanik

Oleh: Al Fiqri Zalni Damanik
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH Tanjungpinang

Sustainable Development Goals (SDGs) dibuat berdasarkan momentum dan keberhasilan Millennium Development Goals (MDGs).

SDGs memiliki cakupan yang lebih luas dan akan mampu lebih tanggap atas penyebab utama kemiskinan serta kebutuhan universal.

Tujuan SDGs mencakup tiga dimensi dari pembangunan berkelanjutan, yaitu pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, serta perlindungan terhadap lingkungan.

Tujuan SDGs mencakup lebih banyak aspek kehidupan yang diiringi dengan ambisi untuk menanggapi perubahan iklim, ketidaksetaraan, pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi, kota dan pemukiman masyarakat, energi, indutrialisasi, konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, keadilan dan perdamaian.

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana di dalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target. SDGs merupakan agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

SDGs ini diterbitkan pada tanggal 21 Oktober 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs sebagai tujuan pembangunan bersama sampai tahun 2030 yang disepakati oleh berbagai negara dalam forum resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

SDGs adalah hasil dari proses yang bersifat partisipatif, transparan, dan inklusif terhadap semua suara pemangku kepentingan dan masyarakat selama tiga tahun lamanya. SDGs akan mewakili sebuah kesepakatan yang belum terjadi sebelumnya yang terkait dengan prioritas-prioritas pembangunan berkelanjutan di antara 193 negara anggota.

Tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang dikutip dari Litbang Depkes RI antara lain sebagai berikut: Mengakhiri segala bentuk kemiskinan; Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan mendorong pertanian yang berkelanjutan.

Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia; menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan; menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi bagi semua orang; menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan serta modern bagi semua orang.

Mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan, serta kesempatan kerja penuh, produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang; membangun insfratruktur yang berketahanan.

Mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta membina inovasi; mengurangi kesenjangan di dalam dan antarnegara; menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan; menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Melindungi, memperbarui, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntable, dan inklusif di seluruh tingkatan; dan memperkuat perangkat-perangkat implementasi (means of implementation) dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Tujuan serta target SDGs akan selalu dimonitor dan ditinjau dengan menggunakan indikator-indikator global. Dan kerangka kerja indikator global tersebut akan terus dikembangkan oleh Kelompok Lintas Badan dan Ahli, serta akan disepakati oleh Komisi Statistik PBB.

Selain itu pemerintah juga akan turut serta mengembangkan indikator-indikator nasional guna membantu memantau kemajuan dalam mencapai tujuan dan target SDGs.

Selanjutnya tindak lebih lanjut dalam proses peninjauan akan dilaksanakan setiap tahun oleh forum tingkat tinggi politik tentang pembangunan berkelanjutan dengan menggunakan sebuah laporan kemajuan SDGs yang dipersiapkan oleh sekretaris jendral.

Seperti yang sudah diuraikan dalam Agenda Aksi Addis Ababa, cara serta sarana implementasi SDGs akan dipantau dan ditinjau untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan dimobilisasi secara efektif untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan SDGs.

Selanjutnya, menanggapi kebutuhan teknologi negara-negara berkembang, mekanisme fasilitasi teknologi dikeluarkan pada pertemuan tingkat tinggi dan peranserta dari kerja sama teknologi dengan tujuan mencapai pembangunan berkelanjutan ini, seluruh negara menyetujui mekanisme tersebut pada Konferensi Pembiayaan untuk Pembangunan.

Terkait dengan hal ini, peran masyarakat sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan karena peran masyarakat sejatinya merupakan subjek dan objek dari pembangunan berkelanjutan tersebut.

Dalam mewujudkan pembangunan yang ideal, diperlukan masyarakat yang berkualitas. Karena dengan masyarakat yang berkualitas mengelola dan mengolah potensi sumber daya alam akan lebih baik, efektif, efisien, dan maksimal, serta kelestarian lingkungan akan tetap terjaga.

Sehingga akan tercipta keseimbangan antara jumlah penduduk dengan kapasitas daya dukung alam serta daya tampung lingkungan.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here