Imunisasi MR Berdasarkan Fatwa MUI

0
602
WAGUB Kepri H Isdianto menghibur siswa saat disuntik imunisasi RM di SDN 003 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu (1/8).f-istimewa/humas pemprov kepri

Pencanangan imunisasi Measless dan Rubella (MR) di Kepri sudah dimulai. Di Batam sendiri, pencananganan diawali dari SDN 001 Sagulung, Batam.

Ditargetkan untuk Batam, anak usia 9 bulan sampai 15 tahun akan mendapat imuisasi. Total anak usia itu di Batam sekitar 381.106 jiwa dan di Kepri totalnya sekitar 608.124 orang anak.

Penyelenggaraan imunisasi MR yang dimulai saat ini dengan dicanangkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Rabu (1/8) merupakan tahap II tahun ini.

Dimana, anak-anak di sekolah itu mendapat imunisasi. ”Program ini untuk melindungi anak-anak kita dari ancaman campak,” kata Nurdin.

Diingatkannya, jika pemberian imunisasi terhadap anak akan melindungi anak dari ancaman penyakit yang bisa menyerang setiap saat.

Kepada anak-anak sekolah, Nurdin mengimbau agar tidak takut dengan vaksin. Sementara terkait jumlah anak di Batam yang banyak, Kadis Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, akan dilayani semua. ”Mudah-mudahan semua anak akan terjangkau. Karena di Batam ada 1.902 unit posyandu dan puskesmas,” kata Tjetjep.

Baca Juga :  Malam ini, FBK Dimulai di Gedung Daerah

Disampaikan jika program ini merupakan program pemerintah pusat dan wajib didukung oleh pemerintah daerah. Dimana, imunisasi dimaksud untuk memberikan perlindungan kepada generasi-generasi bangsa. ”Ini untuk kebaikan generasi muda bangsa ke depan,” imbuhnya.

Sementara terkait dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tjetjep menilai sebagai persoalan MUI dengan produsen vaksin. Pemerintah sendiri menegaskan, pemberian vaksi didasarkan pada fatwa MUI nomor 4 tahun 2016. Sehingga, selama belum ada arahan dari pemerintah untuk menghentikan pemberian imunisasi tersebut, pihaknya tetap melakukan vaksinasi terhadap anak-anak.

”Saat ini kita juga masih berpegang kepada fatwa MUI tentang dukungan imunisasi dari MUI. Sementara belum ada lagi fatwa penggantinya,” tegasnya.

Baca Juga :  Prajurit TNI AD Berprestasi Dapat Penghargaan

Di pihak lain, Kepala Sekolah SDN 001 Sagulung Khairulis mengatakan, hingga saat ini, belum ada orangtua yang menolak anaknya diberikan imunisasi tersebut. Namun ada dua orang yang meminta izin karena ada penyakit lain yang diderita.

”Kami sangat dukung. Cuma 2 siswa saja yang menolak karena ada penyakit,” katanya.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Agusdini Banun Saptaningsih mengatakan, Kementerian Kesehatan akan memulai imunisasi measles dan rubella (MR) nasional tahap II pada bulan Agustus dan September 2018.

Sebanyak 28 provinsi di luar Jawa akan menjalani program ini, setelah 6 provinsi di Jawa sudah melakukannya lebih dulu tahun lalu.

”Target sasaran imunisasi sebanyak 31.963.154 juta di 28 provinsi di luar Jawa, tahun 2017 sudah dilaksanakan di 6 provinsi di Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI jakarta, Banten, DIY),” ujarnya.

Baca Juga :  Nazal: Kita Dirampok Wasit

Dia menjelaskan, imunisasi ini sebagai komitmen Kemenkes mengeliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella dan kecacatan bawaan rubella (Congenital Rubella Syndrome-CRS) pada 2020.

”Tahun 2018, pemerintah mengadakan program pencanangan vaksin MR Tahap 2 di Provinsi Sulawesi Selatan, dan akan diikuti provinsi lainnya di luar Pulau Jawa,” imbuhnya.

Beberapa hal masih akan menjadi tantangan pelaksanaan imunisasi MR tahap II ini di antaranya adalah kampanye anti vaksin, public awareness dan juga kondisi daerah yang berbeda.

”Jika masyarakat paham bahwa imunisasi ini penting dan dibutuhkan maka pelaksanaan imunisasi MR tahap II diharapkan bisa mencapai target,” bebernya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here