Indonesia Peduli

0
658
Dian Fadillah, S.Sos

(Rohingya Termarjinalkan)

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung Tanjungpinang

Indonesia Peduli Rohingya. Itulah kondisi update saat ini kepedulian elemen masyarakat dalam menyikapi permasalahan Rohingya. Permasalahan yang semakin lama semakin memilukan hati sebagai sesame umat beragama dan sebagai manusia. Miris hati dan pilu mendengar yang terjadi disana yang seolah olah tidak ada kehidupan yang perlu diperjuangkabn lagi disana sehingga pengungsian pun dilakukan kemana mana. Melewati jalan, rawa, sungai dan hutan belantara demi mencari tempat yang aman untuk diri dan keluarganya yang menjadi tanggungjawabnya.

Dunia melalui dewam kemanana PBBpun dah mengumandangkan darurat Rohingya ini termasuk Indonesia yang menskipun bukan Negara Islam akan tetapi memiliki kematangan perpikir dan persaan yang kuat sehingga mampu menyikapi Rohingya sebagai suatu hal yang harus dibantu dengan segera. Cerita bukan sekedar certa yang mungkin dapat diberikan perlindungan (suaka) kepada pengungsi yang datang. Pengungsi yang memberikan Ceirta duka menyayat hati jauh dari dari kemanusian. Kebiadaban dipertontonkan dan Megara menjadi tidak berdaya dibuatnya sebagai tempat terakhir masyarakat megnadu kepada manusia.

Baca Juga :  Kaviar Ekslusif Lawatan Sang Raja

Diperkirakan sekitar 14. 400 orang yang bermasalah menurt Akmal Haris dari IOM dan Sesdikjen kemensos Mangowiyono ILO. Dunia dibuatnya bergetar dan mengutuk perlakuan itu. Myanmar sebagai Negara asal cerita dan derita “Rohingya” yang berseteru degnan Rakhine sebagai permasalahan yang tidak kunjung padam. Menurut catatan sejarah bahwa sebagai suku yang diakui pemerintah Myanmar diikuti oleh pengaruh Inggris dan jepang merupakan awal pertseteruan. Perseteruan itu tidak jarang menimbulkan ketegangan etnis sehingga timbul permasalahan Imigrasi yang memuncak antara kedua kelompok yang beragama Buddha dan yang beragama Muslim semakin meningkat mengarah kepada penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan sehingga mengungsi keluar dari Arakan menuju Bengal sampai saat ini.

Baca Juga :  Disabilitas Bukan Penghalang Penerus Bangsa

Negara Indonesia yang berada dekat dengan Myanmar tentunya mendapat imbas dari pengungsian itu. Kemakmuran dan ketentraman Indoensia sebagai Negara berdaulat harus disyukuri dengan tetap p[eduli antar sesame. Indonesia sebagai Negara yang mayoritas Islam meskipun bukan Negara Islam sudah melakukan upaya-upaya internal dengan berdoa bersama, mengumpulkan donasi dan ikut sebagai sukarelawan. Mengutuk keji perbuatan itu dan berharap pengungsi Rohinya mendapatkan kehidupan terbaik dan dapat menerma cobaan ini.

Yakinlah Sang Pencipta melihat itu semua dan akan menindak dengan segera. RI melakukan Walkout dari AIPA berharap pemberlakuan Non- Intervensi ASEAN yang diikuti Gelar Aksi di depan kedutaan Besar Myanmar di Jakarrta. Aung San Suu Kyi melalui pidatonya juga menyampaikan keprihatinan hal itu kepada dunia dan media massa. Kita berharap Resolusi yang dilakukan melalui sidang Umum Parlemen Se-ASEAN dan adanya Amnesti serta Suaka Politik untuk menyelamatkan Rohingya. Segala upaya dilakukan mulai dari berdoa, berbagi rezeki, menyerahkan bantuan serta menunggu azab yang diturunkan kepada manusia yang Zhalim terutama kepada penjahat penjahat bagi manusia lain. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here