Industri Picu Ekonomi Bintan Makin Anjlok

0
1316
KAWASAN INVESTASI: Atlet Ironman 70.3 Binan kelas anak-anak memasuki garis finis di kawasan investasi pariwisata Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Sabtu lalu. Investasi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Bintan.F-ISTIMEWA/dispar bintan

Honeywell Bertahan Hingga Oktober 2018

BINTAN – SEKTOR Industri dinilai paling berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi di Bintan. Sehingga tutupnya beberapa perusahaan industri berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Bintan, yang cenderung turun beberapa tahun terakhir. Ahmadini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bintan mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi di Bintan dirasakan selama 3 tahun terakhir sejak tahun 2014 hingga 2016 lalu. ”Pertumbuhan ekonomi di Bintan makin turun, ya ini pengaruh kondisi ekonomi global juga. Kalau tahun, 2014 lalu pertumbuhannya diangka 7 persen koma sekian. Kalau 2015, 6 persen lebih, dan 2016 di angka 5 persen lebih,” jelasnya.

Baca Juga :  2018, APBD Bintan Melebihi Rp 1 Triliun

Ia menyebutkan, penurunan ekonomi sangat berpengaruh dari tutupnya sejumlah industri di Bintan, seperti di Lobam dan Kijang yang pastinya akan berpengaruh di Bintan. ”Kalau 2017 ini kami belum tahu seperti apa pertumbuhan ekonominya, karena setiap bulan berubah-ubah. Tetapi sektor industri kan banyak menyerap tenaga kerja, itu yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Sementara, Kepala DPMPTSP dan Naker Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, saat ini industri di Bintan masih sama dibandingkan tahun 2016 lalu. Namun, PT Honeywell di bidang aero speed di kawasan Lobam, akan bertahan hingga pertengahan tahun 2018 mendatang. Perusahaan ini memiliki pekerja 110 orang. Tahun 2017 ini tidak tutup. Hanya akan mengurangi tenaga kerja di awal 2018 nanti. Justru itu, di tahun ini pihak perusahaan mulai menyosialisasikan kepada karyawannya. ”Ada beberapa tahap pengurangan karyawan itu, sampai Oktober 2018 nanti baru tutupnya. Mereka tutup, karena job order. Bukan karena ingin pindah ke negara lain. PT Honeywell di Singapura juga tutup,” jelas Hasfarizal.

Baca Juga :  Pekan ini, Guru Ngaji Terima Insentif

Meski ada satu perusahaan yang melaporkan bakal tutup di tahun 2018, Hasfarizal mengatakan, ada beberapa perusahaan yang justru ingin menanamkan modal di Bintan. Di lain hal, investasi pariwisata Bintan justru sedikit berkembang. Apalagi Pemkab Bintan dan BRC Lagoi selalu mengadakan iven internasional, jelas menunjang pertumbuhan ekonomi di Bintan. Karena, iven itu menunjang peredaran uang yang cukup tinggi di Bintan. ”Semoga dengan hadirnya perusahaan baru ini, meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bintan. Paling tidak stabil lah untuk Bintan, meski pertumbuhan ekonomi di Kepri terjun bebas,” tambah Hasfarizal. (JENDARAS-YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here