Inflasi Batam Peringkat 37 di Indonesia

0
1130
Panusunan Siregar

BATAM – Tingkat inflasi Batam dan Tanjungpinang pada Desember 2017 tergolong masih tinggi. Dari 82 kota di Indonesia yang mengalami inflasi, Batam di posisi 37 dengan tingkat inflasi 0,72 dan inflasi Tanjunginang 0,84 terpaut 10 peringkat di bawah Batam pada posisi 27.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Indeks Harga konsumen (IHK) di Batam 132,2 dan IHK Tanjungpinang 130,26.

Di Indonesia, dari 82 kota IHK, tercatat 82 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Kota Jayapura sebesar 2,28 persen dan inflasi terendah di Kota Sorong sebesar 0,18 persen.

Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 23 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhoksumawe sebesar 1,69 persen dan inflasi terendah di Kota Metro sebesar 0,23 persen.

Baca Juga :  Komisi III akan Uji Calon Komisioner KPID

Tanjungpinang dari 23 kota yang mengalami inflasi di Sumatera menduduki peringkat ke-8 dan Batam berada di peringkat 12 se-Sumatera.

IHK gabungan 2 kota IHK di Kepri Desember 2017 lalu yakni Batam dan Tanjungpinang mengalami kenaikan indeks dari 130,96 pada November 2017 menjadi 131,92 persen pada Desember 2017.

Atau terjadi inflasi gabungan sebesar 0,73 persen. Inflasi tahun kalender Januari-Desember 2017 gabungan sebesar 4,02 persen. Laju inflasi year on year (yoy) Desember 2017 dengan Desember 2016 gabungan tercatat sebesar 4,02 persen.

”Inflasi gabungan dua kota IHK di Kepri disebabkan kenaikan indeks enam komponen yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK di Kepri yakni, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen,” ujar Panusunan Siregar, Kepala BPS Provinsi Kepri dalam pres rilisnya yang diterima redaksi koran ini, baru-baru ini.

Baca Juga :  Said Idris Kembali Pimpin Karang Taruna Kepri

Kelompok perumahan, air, listrikm gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen. Kelompok sandang sebesar 0,54 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen. Serta kelompok transportasi, komunikasi dan jas akeuangan sebesar 0,83 persen.

Sebaliknya, hanya dua kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami penurunan indeks yang menyusun inflasi gabungan dua kota di Kepri yaitu sebesar 0,02 persen.

Ongkos angkutan udara paling besar menyumbang persentase inflasi di Batam Desember 2017 lalu yakni, 0,18. Kemudian cabai merah 0,16 persen cabai rawit 0,05.

Telur ayam ras 0,04. Bawang merah 0,04. Kacang panjang 0,03. udang basah 0,02. Selar 0,02. Sawi hijau 0,02. Apel 0,02. Gembung 0,02. Daging ayam ras 0,01. Gado-gado 0,01. Terong panjang 0,01 dan mujahir 0,01.

Baca Juga :  Keberagaman Kepri Terjalin Harmonis

Komoditas lain yang menyumbang inflasi di Batam Desember 2-17 lalu adalah, selar 0,15. Cabai rawit 0,12. Angkutan udara 0,122. Bayam 0,068. Cabai merah 0,05. Bawang merah 0,04. Daging ayam ras 0,03.

Rokok kretek filter 0,03. Sotong 0,02. Udang basah 0,024. Ikan bakar 0,023. Apel 0,014 dan semangka 0,0119.

Andil komoditas yang mendorong inflasi/deflasi di Batam Desember 2017 lalu yakni, untuk deflasi jeruk nipis -0,002. Ikan tongkol -0,002, daun bawang -0,003, sabun detergent bubuk -0,003. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here