Inflasi Tanjungpinang Terburuk Ketiga

0
491
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat memantau aktivitas bongkar muat sembako di Pelantar II Tanjungpinang, belum lama ini. f-ist/humas pemprov kepri

Dari data Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IPK), hanya tiga kota yang inflasi tertinggi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Lampung 1,48 persen, kedua Batam 0,93 dan Tanjungpinang terburuk ketiga 0,32 persen.

TANJUNGPINANG – Inflasi terendah di Sumatera di Pematang Siantar 0,04 persen. Pada Februari 2018, lalu, Kota Tanjungpinang menunjukkan deflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,04. Laju inflasi Februari 2018 dibanding dengan Februari 2017, tercatat sebesar 3,99 persen ”year on year”.

Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar mengingatkan kepada pemerintah daerah, ketika berbicara inflasi walaupun sebenarnya kenaikan angka kecil, misalnya 0,3 persen atau 0,1 persen, jangan dilihat angka atau kecil diremehkan.

Kemudian, terjadi Deflasi juga di Tanjungpinang, yakni, kelompok bahan makanan sebesar 2,55 persen. Serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen.

Sebaliknya, lima kelompok justru mengalami kenaikan indeks yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,26 persen.

Baca Juga :  Pasar Sepi karena Parkir

Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,41 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen.

Menurut dia, capaian itu dihitung baru satu bulan, bagaimana satu tahun sudah rata-rata di atas 6 persen. ”Jadi begini, ketika inflasi kita melampaui angka yang ditargertkan. Itu artinya kita tidak bisa, memberikan jaminan kestabilan ekonomi kepada calon investor yang sudah lama melirik Kepri,” terang Panusunan.

Jadi saran dia, pemerintah jangan menganggap remeh terhadap tinggi atau rendahnya inflasi di awal 2018 ini. Karena seberapa besar pun angkanya, pemerintah Kepri, termasuk Kabupaten/Kota lainnya, capaian ini harus diwaspadai. Karena dampaknya sangat besar terhadap, pertumbuhan, serta perputaran uang nantinya di tengah masyarakat.

”Saran saya jangan sampai inflasi kita tahun ini mencapai angka 6 persen, kalau mencapai angka itu, maka para investor maupun calon yang melirik Kepri, sudah pasti akan hengkang. Karena mereka menganggap, Kepri dianggap tidak bisa dipegang omongannya mengendalikan inflasi,” terang Panusunan.

Baca Juga :  Bawaslu Ajak RT/RW Awasi Money Politik

Sambung dia, ketika inflasi itu melambung, dalam rangka menstabilkan kebijakan moneter maka otomatis Bank Indonesia (BI) akan menaikkan, suku bunganya. ”Kalau suku bunga naik, mau tidak mau suku bunga bank komersial naik,” jelasnya.

Ketika suku bunga bank komersial naik, itu artinya beban kepada peminjam uang bertambah. Ketika semua itu terjadi, maka akan ada gangguan terhadap investor, melakukan efesiensi atau penghematan.

”Kalau itu sudah dilakukan pengurangan tenaga kerja, kalau sudah demikian banyak PHK. Maka dampak terhadap sosial, muncullah, pengangguran, angka kriminal meningkat. Bahkan marak penjualan narkoba sebagainya,” jelasnya.

BPS mencatat diawal tahun 2018, Dari 23 kota IHK se Sumatera, tercatat 20 kota mengalami deflasi dan 3 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,96 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Lubuk Linggau sebesar 0,02 persen.

Selanjutnya bila dilihat dari 82 kota IHK, tercatat 27 kota mengalami deflasi dan 55 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,96 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Lubuk Linggau sebesar 0,02 persen. Inflasi teringgi terjadi di kota Jayapura sebesar 1,06 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Palangkaraya sebesar 0,04 persen.

Baca Juga :  Tahun Ini, Biaya Referensi Umrah Rp 20 Juta

Kota Batam dari 27 Kota yang mengalami deflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke 25 sedangkan Kota Tanjungpinang dari 55

Dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 72 komoditas mengalami kenaikan harga dan 52 komoditas mengalami penurunan harga.

Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, sebanyak 61 komoditas mengalami kenaikan harga dan 30 komoditas mengalami penurunan harga. Ia berharap agar pemerintah daerah terus berusaha atau berinovasi agar inflasi tidak terlalu besar.

”Saya optimis pemerintah daerah mampu menekan inflasi agar tidak terlalu tinggi. Ini yang kita harapkan untuk bulan berikutnya. Jangan sampai lewat dari 6 persen per tahun inflasi di Tanjungpinang dan Kepri,” tegasnya.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here