Infrastruktur TNI AD Capai 70 Persen

0
643
PAPARKAN: Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Yusuf Rizal saat memaparkan progres pembangunan infrastruktur TNI Angkatan Darat, kemarin. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – Komandan Kodim 0318 Natuna Letkol Inf Yusuf Rizal menegaskan, progres pembangunan infrastruktur TNI Angkatan Darat (TNI-AD) di Natuna mencapai 70 persen. Target akhir pembangunan infrastruktur tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.

”Untuk progres pembangunan infrastruktur militer, khususnya TNI-AD bisa dikatakan sudah rampung 70-80 persen. Target tahun ini harus kelar. Dan tahun 2018, hanya tinggal mobilisasi alutsista dan personel,” kata Letkol Inf Yusuf Rizal, di Ranai Square, Selasa (21/11).

Adapun insfrastruktur yang dibangun, yakni berupa bangunan markas komando Bataliyon Komposit di desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. Selain itu, juga dibangun Baterai Artileri Medan (Armed) di desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara.

Sedangkan untuk Baterai Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dibangun di desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur serta Baterai Zeni Tempur (Zipur) di desa Setengar, Kecamatan Bunguran Selatan.

”Pembangunan ini bagian dari perwujudan untuk membentuk kapal induk, di daerah perbatasan NKRI. Semuanya nanti akan dikomandoi oleh Panglima Kodam,” ungkapnya.

Untuk spesifikasi dan jenis Alat Utama Sistim Persenjataan (Alutsista) yang akan ditempatkan, Yusuf Rizal mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, sebagian besar alutsista itu sama dengan alutsista yang pernah unjuk kebolehan pada latihan antar kecabangan dan PPRC di Natuna awal tahun 2017.

”Sebagai daerah kepulauan, keberadaan TNI disini (Natuna) merupakan bentuk dukungan tugas operasi ketika terjadi ancaman dari luar. Makanya, selain program fisik juga program ketahanan pangan di Natuna digalakkan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Ia menambahkan, sebagai wilayah terdepan NKRI. Kabupaten Natuna harus memiliki sarana dan prasaranan untuk menunjang pertahanan untuk negara. Menurutnya, Natuna merupakan Kabupaten yang letaknya sangat rawan dengan konflik perbatasan di wilayah Laut Tiongkok Selatan. Sebagai daerah yang dekat dengan wilayah konflik itu, tentunya Kabupaten Natuna harus diperkuat untuk pertahanannya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here