Ingin Lebih Maju, Perbanyak Tol Laut Kepri

0
581
PENUMPANG saat naik ke KM. Bukit Raya di Selat Lampa Natuna, baru-baru ini.f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Selain Sumber Daya Manusia (SDM) yang minim, transportasi menjadi salah satu kendala untuk memajukan daerah pulau seperti Natuna.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), saat ini transportasi ke Natuna masih minim. Belum ada kapal atau tol laut regular ke Natuna dari kabupaten/kota lainnya.

Meski sudah ada tol laut berupa kapal perintis, namun hanya beberapa kali sebulan masuk Natuna. Mobilitas orang dan barang pun minim ke Natuna.

Selain itu, transportasi antarpulau di Kabupaten Natuna sendiri juga minim. Wilayah Natuna yang terdiri dari banyak pulau, segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan bergantung pada transportasi.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Peneliti 2 IPB, Andan Hamdani di Serasan Natuna, Selasa (12/2).

Baca Juga :  Sepatu Terlalu Besar, Ternyata Ada Narkoba

Menurutnya, sektor transportasi merupakan segmen mendasar untuk keperluan pembangunan Natuna dan masyarakatnya.

”Berdasarkan pengamatan kami selama di sini, sarana transportasi menjadi satu hal yang sangat prinsip di sini. Wilayah ini wilayah kepulauan,” kata Andan, kemarin.

Ia menilai, sarana dan prasarana yang ada di Natuna saat ini masih belum cukup dan seyogyanya sesegera mungkin dapat dikembangkan agar gerakan pembangunan bisa berjalan semakin lancar.

”Kami melihat sarana transportasi di sini masih terbilang lemah. Kapal antarpulau belum ada yang berlayar secara reguler. Demikian juga akses dengan luar daerah, kapalnya masih sedikit yang melayani transportasi,” jelas Andan.

Baca Juga :  Tim Takraw Kepri Target Lima Besar Nasional

Kondisi ini disebutnya sebagai salah satu faktor yang menyebabkan gerakan pembangunan dan ekonomi masyarakat di Natuna menjadi tersendat.

”Kalau transportasinya lengkap dan lancar arus pergerakan barang dan orang akan berlangsung lebih baik sehingga semua sektor dapat bergerak lebih cepat. Kondisi ini perlu direkomendasikan kepada pemerintah agar dapat diatasi,” ungkapnya.

Ia melakukan penelitian ekonomi masyarakat perbatasan di Natuna selama lima hari. Kegiatan ini digelar oleh IPB atas kerjsama dengan PT. Medco Indonesia.

Tim yang turun ke Natuna terdiri dari peneliti ekonomi kerakyatan, perikanan, administrasi pemerintahan dan manajemen. Mereka melakukan penelitian selama 5 hari dengan menyasar sejumlah wilayah yang meliputi Kecamatan Pulau Tiga, Natuna Besar, Subi, Serasan dan Serasan Timur.

Baca Juga :  Hari Ini Isdianto Ditetapkan Cawagub Tetap

Penelitian ini dilakukan untuk pemetaan dan sebagai bahan rekomendasi untuk pengembangan perekonomian di pulau terluar kepada pemerintah dan stakeholder terkait.

Hasil penelitian telah dilakukan dan hasilnya, tiga sektor yang harus dikembangkan di antaranya bidang transportasi dan telekomumikasi, pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya laut.

Bila catatan tersebut dikembangkan secara menyeluruh, maka Natuna akan berjaya dengan sumber daya alamnya dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here