Ingin Listrik 24 jam, Harus Beralih Prabayar

0
221
PERWAKILAN waga Serasan ketika mendatangi kantor PLN yang mempertanyakan soal pelayanan listrik yang masih 14 jam sehari. F-ISTIMEWA

Hingga kini warga Serasan belum menikmati pelayanan listrik hingga 24 jam, dan saat ini listrik menyala hanya 14 jam sehari. Pihak PLN beralasan, jika beralih ke listrik Prabayar barulah akan bisa menikmati listrik 24 jam.

NATUNA – Permintaan warga agar bisa beroprasi selama 24 jam ini, jelas sangat membantu sekali dalam peningkatan perekonomian warga serasan. ”Kami merasa mempunyai beban moral, terhadap perkembangan PLN di Serasan maupun Serasan Timur sebagai penyambung aspirasi masyarakat, kami mendatangi Kantor PLN untuk menanyakan kenapa PLN di Serasan belum beroperasi 24 jam,” ucap Darwandi, Ketua Umum Himpunan Keluarga Serasan (HKS) Ranai Kabupaten Natuna, Minggu (20/5).

Permintaan warga Serasan, hanya satu agar pengorasian listrik bisa 24 jam sehari. Dengan listrik menyala selama 24 jam sehari, maka diharapkan perekonomian masyarakat bisa meningkat.

”Mengingat, kawasan Serasan adalah kecamatan lama. Disamping itu, jumlah pelanggannya banyak dan dari segi perkembangan ekonomi Serasan juga sangat memungkinkan,” ujar Darwandi.

Berdasarkan penjelasan yang diterima, ada beberapa hal yang perlu dibenahi bersama agar listrik di Kecamatan Serasan, dan Serasan Timur bisa di hidupkan selama 24 jam.

Salah satu dari beberapa persyaratan yang dimaksud adalah migrasi pascabayar menjadi prabayar. ”Jadi supaya bisa hidup 24 jam, harus ada partisipasi masyarakat, pertama bersedia mengganti jaringan dari pascabayar ke prabayar. Nah, ini salah satu syarat utama yang harus kita penuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Natuna Dwi Ristiono menjelaskan listrik prabayar adalah layanan terbaru dari PLN bagi konsumen dalam mengelola konsumsi energi listrik melalui meter elektronik prabayar (MPB).

Untuk itu, perlu adanya Migrasi (perubahan daya-red) listrik prabayar merupakan salah satu produk unggulan PLN yang memberikan manfaat untuk pelanggan, Pemerintah Daerah, dan juga PLN.

”Dengan jumlah pemakaian di wilayah serasan yang terhitung sangat tinggi mencapai 750 kw sangat besar sekali pengeluarannya. Untuk itu perlu adanya perubahan dari pasca bayar ke Prabayar,” ungkapnya.

Hal ini bertujuan, agar membantu mengendalikan pemakaian listrik sesuai dengan penggunaannya, tidak ada biaya keterlambatan, dan terhindar dari sanksi pemutusan akibat telat bayar tagihan listrik. Namun warga harus mengetahui, untuk migrasi dari listrik pasca bayar ke pelayanan listrik prabayar merupakan hal yang tidak wajib dipenuhi pelanggan PLN. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here