Ingin Sekretariat PPTMA Tetap di Lingga

0
766
PERBINCANGAN: Tokoh Melayu dalam negeri dan luar negeri berbincang tentang rumpun Melayu, kemarin. f-tengku/tanjungpinang pos

Menuju Komitmen Bersama Negeri Serumpun Melayu

Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) di Daik, Lingga sepanjang pekan ini bukan melulu hanya acara seremonial semata.

LINGGA – Ada hajat yang hendak diupayakan, diusahakan sesama negara serumpun Melayu yang hadir. Hajat besar ini berupa keinginan menuju komitmen bersama dalam kerja-kerja pelestarian budaya Melayu. Komitmen ini tersiarkan, Selasa (21/11) kemarin, melalui kegiatan perbincangan rumpun Melayu.

Wakil Bupati Lingga, M Nizar menyambut baik komitmen tersebut. Baginya, jikalau komitmen tinggi itu terwujud lewat pembicaraan di Daik, Lingga jadi sebuah kehormatan tersendiri.

”Perbincangan rumpun Melayu ini adalah upaya dari kerja besar pelestarian khazanah budaya Melayu. Agar kelak PPTMA ini ke depannya bisa digelar dalam lingkup yang lebih luas,” ujar Nizar, dalam sambutannya.

Baca Juga :  Akhiri Dualisme dalam Perspektif Otda

Nizar juga menyampaikan bahwasanya Bupati Lingga Alias Wello juga amat semangat dengan komitmen bersama negeri serumpun ini. Kata Nizar, memang sudah semestinya PPTMA dijadikan sebagai sebuah lembaga yang berisi perwakilan semua negara serumpun Melayu. Lalu lembaga ini yang selanjutnya memiliki agenda melaksanakan kegiatan PPTMA bergilir di daerah atau negara masing-masing.

”Terkait pembiayaan bisa disokong bersama. Satu saja permintaan Bupati Lingga agar sekretariat PPTMA ini nantinya berpusat di Daik, Kabupaten Lingga,” kata Nizar.

Keseriusan ini semakin terpatri dengan kehadiran pembentang makalah dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, ada Abdul Kadir Ibrahim dan Abdul Malik yang merupakan orang penting di balik pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS).

Baca Juga :  Empat Hawk TNI AU Latihan 'Maverick' di Kepri

Lalu ada Prof Susanto Zudri dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, ada juga Datok Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Sedangkan dari luar negeri, ada Datok Prof Abdul Latif Abu Bakar dari Universiti Malaysia.

Makalah yang dibentang itu kemudian dibicarakan dan didiskusikan bersama dengan para peminat serta pegiat budaya dari Malaysia, Singapura, Brunei, dan Indonesia. Di sisi lain, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Abdul Razak mengatakan, hendaknya dibahas penetapan jadwal Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa apakah sekali dua tahun atau sekali empat tahun.

Ia mengatakan, jika digelar setiap tahun pun tetap memungkinkan. Hanya saja biayanya besar. Sehingga lebih cocok dibuat sekali dua tahun atau sekali empat tahun.

Baca Juga :  Truk Logistik Didorong Gunakan LNG

Kemudian, perlu juga didudukkan siapa penyelenggara Tamadun Melayu ini. Sebab, empat tahun (September 2013) yang digelar Pemprov Kepri di Tanjungpinang.

Perhelatan Pemuliaan Tamadun Melayu Antarbangsa (PPTMA) di Lingga tahun 2017 sempena Hari Jadi ke-14 Kabupaten Lingga. Banyak juga kegiatan lain yang digelar seperti Festival Gunung Daik, Festival Tari dan Musik Melayu serta kegiatan lainnya. Kegiatan ini sekaligus mempromosikan wisata Lingga.(TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here