Ini Dia Politisi yang Sering Muncul di Media

0
175

Menjadi anggota DPRD seharusnya memang banyak bersuara menyuarakan kepentingan rakyat yang diwakili. Karena pemilih di dapil masing masing berharap wakil rakyat mereka benar benar menjadi juru bicara ketika mereka duduk di DPRD sebagai representasi masyarakat.

Sangat disayangkan jika tugas dan amanah dewan seperti melakukan penganggaran, membuat peraturan daerah dan melakukan pengawasan kegiatan eksekutif. Tanjungpinang Pos mencatat dan merekam beberapa nama yang aktif bersuara dan menyampaikan pendapatnya baik di dalam rapat maupun menyatakan opininya di media massa di Tanjungpinang.

Sejak dilantik September 2019, sampai dengan Januari 2020, sekitar empat bulan bertugas menjadi wakil rakyat, nama nama yang muncul di permukaan masih terbatas.

Misalnya di dapil Tanjungpinang Timur, wakil rakyat yang banyak bersuara soal sosial dan pelayanan publik misalnya dari Partai Golkar yang cukup aktif Fatir. Walaupun masih pendatang baru di DPRD Tanjungpinang, Fatir tampak menonjol dibandingkan dengan dengan yang lain. Dengan background pendidikan hukum, membuat Fatir terlihat tidak canggung menyampaikan pendapatnya soal banyak hal yang dia lihat tidak sesuai harapan.

Baca Juga :  Peluang Ansar di Pilkada 2020

Kemudian Ketua DPRD Tanjungpinang Pustoko Weni juga paling sering muncul di media massa. Sebagai mantan anggota DPRD Provinsi Kepri, Weni sudah memahami kapan dia menjadi juru bicara DPRD dan juru bicara warga yang dia wakili. Dibandingkan dengan anggota DPRD lainnya memang Weni agak lebih banyak mewarnai pembentukan opini publik di Tanjungpinang.

Banyak hal yang direspon Weni misalnya soal pembahasan anggaran, soal kebijakan dinas pendidikan hingga soal sosial lainnya. Selain Weni, nama Hendra Jaya politisi NasDem juga sering muncul di media massa online. Sebagai pendatang baru di Senggarang, Hendra mulai memahami tugas DPRD. Jabatan wakil ketua DPRD yang melekat pada dirinya membuat Indra rajin tampil di media.

M.Apryandi politisi muda dari Gerindra juga beberapa kali mulai membentuk opini baik soal kinerja Syahrul – Rahma memimpin Tanjungpinang.

Sebagai anak walikota, Andi, biasa dipanggil terkadang muncul di media memberikan saran dan mengingatkan OPD agar serius menjalankan program kerja yang sudah dibuat.

Baca Juga :  Temuan Pelanggaran Pilwako, Lapor ke Gowaslu

Sedangkan di dapil Bukit Bestari, nama Agus dari Nasdem lebih menonjol dibandingkan dengan anggota DPRD lainnya di dapil itu. Agus muncul bukan hanya di media mainstream, Agus juga muncul dan media sosial.Ia rajin menyampaikan kegiatan yang sudah dilakukan ketika menjadi anggota DPRD. Selain Agus Chandra, ada nama Agus Djurianto yang aktif mengkritisi kebijakan walikota. Sebagai partai pemenang politisi PDIP itu paham soal mana saja yang mereka kritisi. Mulai dari soal transportasi ke Penyengat hingga lambatnya pembagian baju seragam gratis. Hingga soal pembahasan APBD yang lambat.

Di dapil Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat, nama Ade Angga tidak diragukan lagi mumpuni sebagai wakil rakyat. Walaupun sebagai ketua tim sukses di pilkada 2018 lalu, namun Angga tampak lebih menonjol memberikan kritik dan saran kepada pemerintah daerah agar kebijakan walikota dapat terlaksana.

Contohnya soal pengadaan baju seragam yang sempat ramai dibicarakan di Tanjungpinang baik di media sosial hingga media mainstream.Selain Angga, ada nama Reni dari Hanura yang cukup berani tampil di media dan dalam rapat rapar resmi. Reni sudah pengalaman menjadi anggota DPRD tak canggung lagi menyuarakan suaranya jika dia menemukan pelayanan publik yang tak memuaskan. Pernyataan Reni di media meliputi bidang kesehatan, pendidikan infrastruktur biasa menghiasi media.

Baca Juga :  Pertempuran di Menit Akhir

Selain Reni, politisi muda Partai Demokrat Dicky juga berani tampil di media massa baik di cetak dan media online. Itulah beberapa nama wakil rakyat yang nampaknya mewarnai wacana di media media massa di Tanjungpinang yang berhasil direkam oleh Tanjungpinang Pos. Sedangkan wakil rakyat lainnya nampaknya belum terlalu berani diwawancarai wartawan sehingga takut salah untuk menyampaikan persoalan kepada publik. Jurus diam seperti lebih baik daripada muncul serangan balasan dari pihak lain. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here