Ini Jadi Pertarungan Wako dan Wawako!

0
466

Suhu Politik Memanas Jelang Empat Hari Pendaftaran Calon

Suhu politik di Ibu Kota Provinsi Kepri bertambah panas empat hari jelang pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Tanjungpinang di KPU.

TANJUNGPINANG – Pendaftaran calon Wali Kota dan wakilnya mulai, Senin (8/1) hingga Rabu (10/1). Suhu politik memanas dipicu setelah Rahma kader PDIP diusung oleh Golkar berpasangan dengan H Syahrul maju di Pilkada Tanjungpinang.

Cukup mengejutkan, keluarnya surat rekomendasi dukungan dari DPP Gerindra untuk pasangan H Syahrul-Rahma yang ditandatangani Prabowo Subianto. Rahma sendiri rela di pecat dari PDIP asal bisa mendampingi H Syahrul.

Tak sampai disitu saja, detik-detik jelang pendaftaran, Partai Demokrat keluar dari Koalisi Anak Pinang (Demokrat, Golkar, PKPI, PPP). Padahal, Koalisi Anak Pinang sudah sepakat mengusung H Syahrul-Ade Angga (Golkar) untuk maju di Pilkada. Diperparah lagi, Koalisi Setara (PKS-Gerindra) juga bakal pecah di tengah jalan.

Padahal, Koalisi Setara dibangun untuk mengandengkan pasangan calon H Syahrul-Iskandarsyah (PKS). Tapi, H Syahrul lebih memilih Rahma, untuk mengimbangi suara pasangan calon Lis Darmansyah-Maya. Cukup mengejutkan lagi, Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga, sudah lama bermanuver di tengah masyarakat, gagal maju dengan alasan dinamika politik berubah-ubah.

Ketua Koalisi Anak Pinang Ade Angga optimis H Syahrul-Rahma tetap mendapatkan dukugan dari partai Koalisi Anak Pinang lainnya, meskipun Partai Demokrat keluar dari Koalisi.

”Partai Demokrat sudah berpamit keluar dari Koalisi Anak Pinang. Kita hormatin. Saya lihat terjadi head to head antara Pak Syahrul dan Pak Lis di pilkada kita ini. Kalau siapa menang kita serahkan kepada masyarakat,” kata Ade Angga, juga Ketua DPD II Golkar Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (4/1).

Wakil Ketua Dewan Kota Tanjungpinang ini, enggan membeberkan alasan kenapa partai yang di pimpin Peppy Chandra keluar dari Koalisi Anak Pinang. ”Lebih baik tanya ke Demokrat saja,” kata Ade.

Sampai saat ini, kata Ade, PKPI dan PPP masih berkomitmen bersama Partai Golkar di Koalisi Anak Pinang. Karena komunikasi politik dengan PKPI dan PPP masih terus berjalan. Bahkan ia tetap berusaha agar Koalisi Setara bergabung dengan Koalisi Anak Pinang.

”Masih baik. Hari ini (kemarin) juga ada pertemuan dengan Golkar, PKPI dan PPP. Tapi saya tegaskan, ditinggal sendiri pun oleh parpol kami siap,” tegas dia.

Saat ini, masih kata Ade, ia bersama parpol lainnya, seperti PKPI dan PPP masih fokus untuk mendapatkan surat rekomendasi dari DPP masing-masing. ”Insya Allah akan ada parpol yang akan bergabung. Kita sabar aja ya. Lihat aja nanti, partai apa yang akan bergabung,” sebutnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, pecahnya Koalisi Anak Pinang dan Koalisi Setara sudah prediksinya dari jauh-jauh hari. Hanya saja, diluar prediksi Partai Demokrat keluar dari Koalisi Anak Pinang, cukup mengejutkan publik. Karena, mendekati pendaftaran baru pecah.

Keluar dari Koalisi Anak Pinang, kata Endri, kemungkinan kepentingan yang diinginkan Partai Demokrat tidak disepakati. Karena setiap partai politik (paprol) pasti memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kalau kepentingan tidak bisa diraih, pasti partai tersebut mencari tempat yang membuatnya nyaman. ”Saya rasa mungkin seperti itu,” kata Endri.

Yang baru terlihat, lanjut Endri, hanya Partai Golkar mengusung H Syahrul dan Rahma sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. Sementara, apakah PKPI dan PPP juga akan ikut sejalan dengan Partai Golkar di Koalisi Anak Pinang mendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut. ”Ini yang belum kita tau,” terang dia.

Begitu juga dengan Koalisi Setara. Hanya Partai Gerindra yang baru mengantongi surat rekomendasi dari DPP untuk H Syahrul dan Rahma sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tahun 2018. Sementara, PKS sudah mengeluarkan surat rekomendasi dari DPP untuk kadernya maju di Pilwako Tanjungpinang, yaitu Iskandarsyah.

Artinya, Koalisi Setara menunggu keputusan dari PKS. Apakah PKS memberikan dukungan buta H Syahrul dan Rahma maju di Pilwako Tanjungpinang atau tidak. ”Saya yakin, bakal ada koalisi baru di Pilwako Tanjungpinang. Mungkin bisa jadi Koalisi Sama (Syahrul dan Rahma,” sebut dia.

Masuknya Demokrat mendukung Lis-Maya, pasangan calon ini mendapatkan kekuatan baru. Diprediksi Paslon Lis-Maya (Lima) bakal didukung oleh PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Sedangkan Partai NasDem belum memiliki kursi.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here