Ini Jawaban Paslon Terkait Penambahan PTT

0
425
Debat publik putaran ketiga yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang, Jumat (22/6).

TANJUNGPINANG – Pada sesi ke empat ini, masing-masing Paslon kembali mendapat pertanyaan dari Panelis yang dibacakan moderator, Rayhan.

Dimulai dari Paslon nomor urut satu, H Syahrul SPd-Hj Rahma. Kemudian jawabannya ditanggapi oleh Paslon urut dua, H Lis Darmansyah-dr Maya Suryanti. Begitu sebaliknya pada sesi ini.

Pertanyaan yang diberikan kepada Paslon nomor urut satu, jika memilih apakah memaksimalkan ASN atau mengangkat honorer atau PTT?

Syahrul menurutkan, saat ini di lingkungan Pemko masih kekurangan ASN, meski demikian untuk mengangkat tenaga honorer harus melihat kemampuan APBD.

Untuk mengoptimalkan kerja, maka akan memilih memaksimalkan tenaga PNS se-optimal mungkin.

Kemudian, Rahma memberikan jawab tambahan, yaitu jika nantinya terpilih akan menganalisa beban kerja ASN, sehingga bisa bekerja lebih efesien, efektif, akuntabel dan terukur. Ia memastikan tidak ada pengangguran terselubung, ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Paslon nomor urut dua memberikan tanggapan, yang diberikan dr Maya Suryanti, yaitu kedua kondisi ini bisa dilakukan. Tergantung dari kebutuhan, maka jika menambah beban kerja ASN maka akan diimbangin dengan kesejahtraan.

Pilihan ke dua, pengangkatan PTT bisa saja dilakukan hanya saja harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melihat kondisi.

Kemudian dilanjutkan Rayhan membacakan pertanyaan untuk Paslon nomor urut dua, hari ini, reformasi birokarasi hanya jargon yang manis belaka, ini perlu perubahan, dimulai dari pola pikir dan budaya ASN yang belum mendukung efektif dan melayani publik secara berkualitas, apa staragei pola pikir dan budaya kerja ASN?

Lis menuturkan, reformasi birokarasi bukan hanya jargon yang manis belaka di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Menurutnya, sudah berjalan lebih baik. Dibuktikan dengan sistem pemerintahan yang sudah dijalankan.

Terkait starageti dalam rangka mewujudkan reformasi maka pertama dimulai dari penerimaan CPNS, ini yang harus ditekankan apa yang terjadi hari ini, akibat dari sebelumnya. Serta tetap mengadakan reward atau punishment kepada ASN.

Syahrul dari Paslon nomor urut satu memberikan tanggapan, bahwa kabinet sekarang pun sudah kabinet kerja. ASN di lingkungan Pemko mulai pejabat di eselon IV, III dan II memiliki komitmen memiliki budaya kerja untuk melayani. Dengan melakukan jemput bola.

Dicontohkannya, pembuatan akte kelahiran pun bisa menjemput ke setiap bidan. Setiap pimpinan OPD dilibatkan untuk memberikan pengawasan kepada ASN di bawah lingkungan kerjanya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here