Ini Kronologis Tabrakan Kapal MV VOC Batavia

0
486
Kondisi Kapal MV VOC Batavia bertabrakan dengan kapal MT Pacific Crown f-istimewa

TANJUNGUBAN – Kapal MV VOC Batavia bertabrakan dengan kapal MT Pacific Crown yang diduga merupakan kapal super tanker di depan perairan Lagoi Bintan atau di laut lepas (alur pelayaran) pada posisi 01°42.885 U -104°42.616 T sekitar pukul 13.14 WIB.

Humas Pangkalan PLP Tanjunguban, Sukatno menuturkan, sesuai data KN Rantos P.210 yang merupakan kapal milik PLP Tanjunguban, bahwa saat tabrakan kapal MV VOC Batavia milik PT Global Line melaju dari Tarempa menuju Tanjungpinang. Kapal di nahkodai Zainal, memiliki 10 ABK dan berpenumpang 153 orang WNI.

Ia menuturkan, pada pukul 13.10 WIB Kapal MV VOC Batavia berlayar dengan kecepatan 23 Knot dan jarak pandang ke laut 700 Meter. Kemudian pukul 13.14 WIB jarak pandang 500 meter. Di depan ada sebuah buah kapal tanker terlihat namun MV VOC Batavia masih pada kecepatan 23 Knot dan pada jarak 100 meter baru nahkoda menurunkan kecepatan maka benturan terjadi dengan Kapal MT. Pacific Crown.

Pada pukul 13.18 WIB, lanjutnya, diketahui satu orang penumpang (posisi di luar atas lambung kiri MV VOC Batavia) menjatuhkan diri ke laut akibat benturan. Selanjutnya kapal MV VOC Batavia memutar haluan untuk melaksanakan evakuasi satu orang penumpang yang terjatuh ke laut. Selanjutnya penumpang dapat diselamatkan oleh ABK menggunakam Lifeboat.

Ia menuturkan, nama korban yang melompat ke laut itu Ta’ali. “Penumpang yang menjatuhkan diri ke laut pada saat benturan sudah diselamatkan mengalami sesak/susah nafas. Diduga masih trauma yang mendapat penanganan seadanya selama di kapal,” ucapnya.

Menurutnya, korban melompat secara spontan ke laut karena panik kapal sudah menabrak dan lambung atas kapal rusak pada reling.

Kemudian, lanjutnya, pukul 13.24 WIB Kapal MV VOC Batavia melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Dari hasil pengecekan mesin MV VOC Batavia tidak ada kerusakan.

Untuk kerusakan kapal yaitu Lambung kiri kapal yaitu bagian atas rusak pecah/retak hingga bagian dalam kapal sepanjang 1.5 Meter. Kemudian Reling bagian atas lambung kapal rusak berat, Tiang anjungan patah dan Lambung kiri samping haluan kapal rusak parah. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here