Inovasi Puskesmas Apung dan Sistem Jemput Bola Antar Desa

0
799
Rabiah

Oleh: Rabiah
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Maritim Raja Ali Haji

Sebagai ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang mesti menjadi contoh bagi kabupaten dan kota di Kepri. Termasuk untuk sektor kesehatan. Kepulauan Riau memiliki 5 kabupaten dan 2 kota. Masing-masing Kabupaten Lngga, Natuna, Bintan, Anambas dan Karimun. Sementara kotanya yakni Tanjungpinang dan Batam.

Karena daerah ini merupakan daerah kepulauan yang sarana transportasinya lebih jauh dan sulit dibanding daratan, hingga kesehatan mesti lebih dijaga lagi. Salah satunya harus selalu berkelanjutan menjaga kebersihan lingkungan. Untuk desa-dewa umumnya mereka hidup dengan kondisi yang sangat sederhana. Selain itu sarana kesehatannya juga sangat terbatas.

Tidak ada rumah sakit, pasar dan supermarket di desa. Selain karena jumlah penduduknya yang jarang tingkat pendidikannya juga masih rendah. Umumnya warga yang tinggal di desa-desa di Kepri bermata pencarian sebagai nelayan dan pengemudi boat pancung. Boat pancung adalah kapal kecil yang terbuat dari kayu. Masyarakat di sini sebagian besar menggunakan boat pancung sebagai transportasi laut untuk menyeberang, termasuk saat akan menuju Tanjungpinang.

Untuk berobat, mereka harus menyeberang ke pulau terdekat yang ada sarana kesehatannya seperti puskesmas pembantu yang tersebar di beberapa pulau di Kepri. Umumnya setelah mendapat pertolongan di puskesmas pembantu, warga Desa yang sakit dilarikan ke Tanjungpinang atau ke Batam yang banyak berdiri rumah sakit dengan saran kesehatan yang lebih memadai.

Saat warag sakit keras, ya terpaksa harus menyeberang ke Tanjungpinang atau ke Batam. Dengan kondisi ini tentu kita prihatin. Kesehatan itu hak semua orang. Dan sudah menjadi tanggungjawab utama pemerintah untuk memperhatikan kesehatan masyarakat.

Perlu adanya inovasi-inovasi agar masyarakat di desa-desa terpencil tidak kesulitan lagi mendapatkan pengobatan saat sedang sakit. Di antaranya perlu adanya puskesmas apung. Tujuannya agar masyarakat di pulau-pulau tidak khawatir lagi dan tidak harus pergi jauh-jauh untuk berobat. Puskesmas terapung mesti selalu siap sedia. Dan meski melayani sistem jemput bola. Saat ada telpon pekerjanya mesti datang dan pasien cukup menunggu di dermaga desa mereka saja untuk dibawa ke puskesmas terapung.

Jadi masyarakat setempat tidak perlu khawatir lagi, karena di puskesmas apung merupakan salah satu solusi jitu serta sebagai saran tepat untuk menyisiasati ketersedian obat obat dan fasilitas yang dibutuhkan. Ketika pasien harus dirawat inap, barulah dibawa ke rumah sakit seperti ke Tanjungpinang atau ke Batam. Menemukan inovasi baru adalah suatu ide yang harus selalu dilakukan guna untuk membuat masyarakat merasa lebih nyaman.

Ada baiknya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota mulaiu memperbanyak puskesmas apung sekaligus untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat di kepulauan. Di Puskesmas apung, masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan yang lebih baik, mulai dari kesehatan umum, gigi, ibu dan anak sampai keluarga berencana.
Tentunya di puskesmas ini membutuhkan dokter umum dan dokter gigi, dokter ibu dan anak sampai keluarga berencana. Peralatannya juga perlahan-lahan mulai dilengkapi.

Kebijakan pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan harapan masyarakt pulau ini. Apalagi saat ini banyak generasi generasi muda di kota Tanjungpinang yang menjadi mahasiswa di luar daerah, seperti di Kota Batam Bandung, Pekanbaru, dan lain lainnya. Tentu besar harapan kita agar mereka yang menuntut ilmu di luar daerah dapat mengabdi di tanah kelahiran mereka, untuk dapat membantu memajukan daerahnya termasuk di sektor kesehatan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here