Insentif Kader Posyandu Naik 100 Persen

0
129
KEPALA Dinkes Bintan dr Gama Isnaeni mendampingi Bupati Bintan H Apri Sujadi, di sela meninjau kaum ibu yang mendapat layanan kesehatan gratis, di RSUD Bintan, belum lama ini. f-dokumen/tanjungpinang pos

BINTAN – PEMKAB Bintan menaikkan insentif bulanan bagi kader Posyandu, pada tahun anggaran 2019 mendatang. Tak tanggung-tanggung, insentif kader Posyandu ini naik mencapai 100 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama Isnaeni menyampaikan, insentif kader Posyandu yang sudah diberikan sejak beberapa tahun lalu, nilainy sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan. Namun untuk di tahun 2019, besaran insentif tersebut akan ditambah, menjadi Rp 200 ribu per orang per bulan.

”Kami membuat kebijakan ini, sejalan dengan program yang dibuat Pak Bupati Bintan H Apri Sujadi. Terutama dalam menunjang program pelayanan kesehatan gratis, dan menjadikan masyarakat Bintan yang sehat, dan Gemilang,” kata dr Gama Isnaeni, Kamis (9/8) kemarin.

Dengan kenaikan insentif ini, dr Gama Isnaeni berharap, para kader Posyandu di Bintan lebih semangat dan meningkatkan peran di tengah masyarakat. Terutama dalam memberikan layanan bagi ibu dan anak Balita.

”Karena, ini sesuai dengan komitmen Pak Bupati Apri dan Pak Wabup Dalmasri Syam, dalam usaha meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan,” tegasnya lagi.

Untuk insentif tersebut, jelasnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan mesti mengalokasikan anggaran berkisar Rp 3,5 miliar. Estimasi anggaran ini berdasarkan jumlah Posyandu yang ada di Kabupaten Bintan, sebanyak 165 Posyandu. Dan rata-rata, setiap Posyandu memiliki 9 orang kader.

”Tahun 2019 mendatang, setiap kader Posyandu mendapatkan insentif berkisar Rp 2,4 juta per orang, selama setahun,” sebut dr Gama.

Selain tambahan insentif, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan bakal mengalokasikan dana untuk operasional Posyandu sebesar Rp 2 juta, untuk setiap Posyandu. Dari 165 Posyandu nantinya, dana operasional diberikan kepada 75 Posyandu di tingkat kelurahan, dan 90 Posyandu di desa.

Untuk Posyandu yang ada di kelurahan, dana operasionalnya dianggarkan melalui APBD Kabupaten Bintan. Sedangkan Posyandu di pedesaaan, dananya dialokasikan melalui APBDes.

”Total anggaran yang diperlukan untuk operasional Posyandu berkisar Rp 330 juta,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Maryanti menginginkan, agar Posyandu memiliki peran penting dalam sistem penyelenggaraan pelayanan dasar kesehatan. Ini sebagai usaha meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Kemudian, Posyandu harus memiliki konsep yang terpadu, dan sebagai basis layanan terdepan.

Masyarakat yang datang, tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan seperti penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan, penyuluhan kesehatan, dan imunisasi.

”Tetapi, kaum ibu juga memperoleh pelayanan pendidikan untuk kesehatan anaknya,” tutupnya.

Bupati Bintan H Apri Sujadi membenarkan, dirinya sudah membuat rancangan global, untuk penambahan insentif bagi kader Posyandu di Bintan.

”Kalau insentif ditambah, konsekuensinya kader Posyandu harus semangat bekerja. Dengan demikian, kesehatan ibu dan anak di kelurahan dan desa, akan semakin baik,” kata H Apri Sujadi, belum lama ini. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here