Insentif Kecil, Wilayah Pulau Kekurangan Dokter

0
662

NATUNA – INSENTIF untuk tenaga medis di kecamatan kepulauan dinilai masih sangat kecil. Hal ini menjadi penyebab terjadinya kekosongan tenaga medis di beberapa pulau.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah mengaku, dengan kemampuan anggaran yang ada pemerintah hanya mampu memberikan insentif untuk tenaga dokter sesuai dengan kondisi wilayah.

Ia menyebutkan, untuk kecamatan Subi dan Pulau Laut pemerintah mengeluarkan dana insentif Rp 8 juta per bulan untuk satu tenaga dokter. Untuk Kecamatan Serasan dan Bunguran Barat, pemerintah hanya mampu memberikan dana insentif Rp 6 juta per bulan.

Baca Juga :  Pajak Naik, Natuna Terancam Krisis Obat

”Kalau dibanding dengan kabupaten Lain, kita ini masih termasuk paling rendah,” kata Hikmat, di kantornya, kemarin.

Saat ini, beberapa puskesmas mengalami kekosongan dokter umum. Salah satunya, kekosongan dokter ada di Kecamatan Bunguran Batubi. Terkait kekosongan ini, Pemkab Natuna sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). ”Kecamatan Pulau Tiga, juga kekurangan tenaga dokter umum. Kita masih berupaya untuk mengisi kekosongan itu,” paparnya.

Menurutnya, dengan insentif yang sudah ditetapkan itu, Hikmat mengaku sulit untuk mendapatkan tenaga dokter yang bersedia ditempatkan di pulau pulau.

Baca Juga :  Wisata Gunung Gundul Perlu Dikembangkan

”Kecuali dokter itu sudah PNS, ataupun sudah honor daerah. Jadi selain terima honor, mereka juga dapat insentif. Kalau dokter itu hanya kontrak, otomatis hanya menerima insentif saja. Dan dengan nilai Rp 8 juta per bulan, untuk tugas di Pulau sangat kecil sekali. Semoga ini menjadi perhatian kepala daerah kita,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here