Internet Gangguan, UNBK Molor

0
529
KETUA Komisi IV DPRD Kepri TJA dan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah meninjau UNBK di SMKN 1 Tanjungpinang, Senin (2/4).f-suhardi/tanjungpinang pos

8.994 Siswa SMK Ikut Ujian Nasional

Akibat jaringan internet bermasalah, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN I Bintan Timur di Kijang molor dua jam, Senin (2/4).

BINTAN-TANJUNGPINANG – Kepala SMKN I Bintan Timur, Yayuk Srimulyani Rahayu membenarkan terjadi masalah pada jaringan internet di sekolah itu. Meski demikian, persoalan jaringan internet telah diselesaikan dan memastikan pelaksanaan UNBK di sekolahnya berjalan lancar.

”Iya tadi, tapi tidak ada masalah,” kata dia. Terkait persoalan ini, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pihak dinas.

Ditanya berapa lama mengalami gangguan internet? ”Sekitar 2 jam,” jawab dia singkat.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Bintan Wiharjo mengaku menerima laporan adanya penundaan pelaksanaan UNBK di SMKN I Bintan Timur.

”Trouble di internetnya. Kemarin infonya disambar petir, tapi sudah diperbaiki. Mudah-mudahan tidak ke servernya,” kata pria yang menjabat Kepala SMKN I Bintan Utara (Binut) ketika ditemui di sekolahnya di Tanjunguban, kemarin.

Ia mengatakan, persoalan ini sudah dilaporkan ke dinas dan sudah dilakukan perbaikan. ”5 menit yang lalu baru bisa jalan,” ujar Wiharjo waktu saat itu menunjukkan sekitar pukul 09.45. Sementara, pelaksanaan UNBK tingkat SMK sesi pertama dimulai serentak sekitar pukul 07.30.

Selain hal itu, Wiharjo menjelaskan, di Bintan terdapat 4 sekolah yang melaksanakan UNBK. Yaitu SMKN I Bintim, SMKN Binut dan SMKN I

Gunung Kijang dan SMK Muhammadiyah.
Jumlah peserta UN di SMKN I Bintim sebanyak 198 siswa, di SMKN I Binut sebanyak 176 siswa. Sedangkan di SMKN I Gunung Kijang 79 siswa dan 28 siswa di SMK Muhammadiyah.

Sedangkan pelaksanaan UNBK di sekolahnya dibagi tiga shift. Shift pertama dimulai sekitar pukul 07.30 sampai dengan 09.30. Shift kedua sekitar pukul 10.30 sampai dengan 12.30 dan shift ketiga 14.00 sampai dengan 16.00.

Selain UNBK, ia menyebut ada 3 SMK yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Tiga sekolah itu yaitu SMK Hang Tuah dengan 40 siswa, SMKN I Seri Kuala Lobam 73 peserta UN dan SMK Maritim di Desa Busung dengan 20 siswa peserta UN. Pelaksanaan UNKP dimulai serentak sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  Walikota Otomatis Jabat Kepala BP Batam

Sejauh ini, ia menyebutkan belum ada laporan siswa yang absen atau tidak ikut ujian nasional. Dipastikan semua peserta UN hadir pada hari pertama pelaksanaan ujian nasional.

”Hari ini ujian Bahasa Indonesia, besok Matematika. Hari ketiga Bahasa Inggris dan hari terakhir teori kejuruan,” jelas dia.

Sementara siswa SMKN I Binut, Benu Hardianto (17), jurusan pengelasan optimis bisa mengerjakan semua soal. 50 soal pilihan bisa dikerjakan dengan baik. Meski demikian diakuinya ada beberapa soal yang dinilai sulit karena belum pernah dipelajarinya.

Senada disampaikan Anastasia Lorensia (18), jurusan teknik kendaraan ringan. Ia mengaku bisa menyelesaikan soal dengan baik. ”Tidak sulit, bisa dikerjakan,” ujar dia.
Dijadwalkan pengumuman UNBK akan dilakukan 2 Mei 2018 mendatang.

Jangan Menoleh Kiri-Kanan
Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto memberi motivasi keada para siswa dan siswi SMK sederajat se-Kepri yang mengikuti Ujian Nasional, mulai Senin (2/4). Isdianto mengingatkan agar para siswa mengerjakan soal demi soal dengan tenang serta mengawalinya dengan membaca doa.

”Ingat, saat ujian jangan menoleh ke kanan dan ke kiri. Percaya diri aja. Belum tentu kawan yang kita toleh itu jawabannya betul. Bismillah aja, yakin kita bisa,” ujar Wakil Gubernur saat memimpin apel pagi sebelum pelaksanaan UN di SMK 2, Jalan Pramuka, Tanjungpinang, Senin (2/4).

Tidak hanya itu, Isdianto juga mengingatkan jika Kepri sangat membutuhkan generasi muda yang cerdas dan jujur. Sehingga bisa meneruskan pembangunan di Provinsi Kepri nantinya.

Baca Juga :  20 Hari, Polda Ungkap 50 Kasus Narkoba

”Ini adalah langkah awal adik-adik sebelum masuk ke bangku kuliah dan seterusnya. Jadilah kader yang bertanggungjawab, jujur dan cerdas untuk Kepri yang lebih baik ke depannya,” pesan Wakil Gubernur.

Kabid Pembina SMA Disdik Kepri, Atmadinata menjelaskan, jumlah siswa dan siswi SMK se-Kepri yang mengikuti UN sebanyak 8.994 orang. Sedangkan untuk Tanjungpinang saja sebanyak 1.486 orang, dan di SMKN 2 sebanyak 187 orang.

Turut hadir di SMKN 2 mendampingi Wakil Gubernur pada kesempatan ini Pj. Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Kadisdikpora Tanjungpinang Dadang AG.

Arif Yakin Lulus 100 Persen
Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah berharap semua pelajar SMA/SMK kabupaten/kota se-Kepri berhasil dan sukses serta mendapatkan nilai terbaik pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini.

Kelulusan 100 persen bagi peserta didik SMA/SMK bukan hal mustahil untuk diraih karena menurutnya anak-anak di Kepri punya kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan pelajar dari daerah lain. Yang membedakan hanya kemauan untuk selalu belajar.

”Kami yakin, Insya Allah semua anak Kepri lulus 100 persen pada ujian kali ini,” ujar Arif saat memberikan pengarahan kepada peserta UNBK Tahun 2018 di Aula SMKN 1 Tanjungpinang, Senin (2/4).

Menurut Arif, Man Jadda Wa Jadda, siap yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Setiap sukses pasti akan melalui usaha dan kerja keras, tidak ada yang instant atau secara tiba-tiba. ”Misalnya untuk lulus ujian maka kita harus giat belajar, belajar tambahan di bimbel, belajar kelompok dan lainnya,” katanya.

”Semua akan terwujud jika kita punya kemauan. Kemauan untuk sukses, kemauan untuk menjadi yang terbaik dan selalu berpikiran positif,” tambah Sekda.

Kepada peserta didik yang akan mengikuti pelaksanaan ujian, Arif berpesan agar terlebih dahulu berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Bagi yang beragama muslim agar melaksanakan Salat Tahajjud agar dimudahkan dalam menjawab soal-soal ujian nantinya. Tidak lupa Arif juga berpesan untuk mohon doa restu dari kedua orang tua agar bisa melaksanakan ujian dengan lancar.

Baca Juga :  Harus Bentuk Tim Merebut Labuh Jangkar

”Doa kedua orang tua sangatlah mustajab dan doanya selalu mendorong kita untuk selalu sukses di perjalanan kehidupan,” terang Arif.

Menurut Sekda, Pemprov Kepri sangat berharap dari keberhasilan pelaksanaan ujian ini karena merupakan salah satu tolak ukur untuk melihat tingkat keberhasilan pembinaan generasi muda yang ada di Kepri.

Keberhasilan ujian ini akan sangat penting untuk melihat tingkat keberhasilan pendidikan yang telah diterapkan.

Ke depan Arif berharap semua sekolah di Kepri bisa melaksanakan ujian dengan berbasis komputer karena sebagaimana diketahui ada beberapa sekolah yang belum bisa menerapkan UNBK karena beberapa kendala teknis seperti kendala sinyal dan sebagainya. ”Ini akan menjadi perhatian kita bersama sama karena di era globalisasi ini kita tidak boleh ketinggalan informasi dan teknologi,” tutup Arif.

Setelah memberikan motivasi dan pengarahan, Arif Fadillah bersama Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Teddy Jun Askara (TJA) melakukan peninjauan pelaksanaan ujian di salah satu lokal SMKN 1 Tanjungpinang.

Pada kesempatan ini Arif melihat kesiapan perangkat komputer yang akan digunakan untuk ujian nantinya. TJA mengatakan, persoalan internet di daerah pesisir belum seluruhnya bisa teratasi. Sehingga tak semua sekolah menggelar UNBK. Sebagian sekolah menggelar Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK).

Persoalannya selain jaringan, juga masalah listrik. Namun TJA yakin, tahun depan persoalan ini bisa diatasi. Sehingga, semua sekolah tahun 2019 sudah bisa menggelar UNBK. (SUHARDI-JENDARAS-YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here