Internet Pesisir Makin Lancar

0
716
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menjadi tekong pompong kecil saat mengunjungi daerah pesisir di Kepri, baru-baru ini.f-istimewa/humas pemprov kepri

Fiber Optik Palapa Ring Barat Segera Dioperasikan

Jika tidak berubah jadwalnya, maka proyek kabel optik bawah laut Palapa Ring Barat (PRB) yang dibangun Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera dioperasikan di Kepri. Maka, akses internet di daerah hinterland di Kepri akan semakin lancar.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Kepri, Guntur Sakti mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, pengoperasian PRB akan dilakukan, 18 Februari nanti.

Sedangkan sumber lain mengatakan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan pengoperasian PRB ini di Natuna, Maret bulan depan.

Hanya saja, Guntur Sakti belum tahu tentang ini. ”Yang saya tahu dan informasi yang saya peroleh, Palapa Ring Barat akan dioperasikan 18 Februari mendatang. Tapi bisa saja Pak Presiden didaulat meresmikannya. Terkait hal ini, saya cari dulu informasinya ya,” ujar Guntur Sakti via ponselnya, Minggu (4/2).

Dijelaskannya, ada 457 kabupaten/kota di Indonesia yang akan dilayani. Untuk PRB, di Kepri akan melayani Batam, Natuna, Lingga, Natuna dan Anambas.

Tapi, belum semua wilayah Kepri bisa mendapatkan layanan PRB ini. Cuman, sudah sangat membantu karena ibu kota kabupaten dan di kecamatan akan mendapatkan jaringan internet dari PRB ini.

Belum lama ini, tim Penilaian Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) Proyek Palapa Ring Barat (PRB) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengadakan Rapat Penilaian Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) di Gedung Rimbawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jakarta.

Rapat ini mengundang Dinas Lingkungan Hidup seluruh lokasi pembangunan PRB dengan maksud dan tujuan untuk mendapat masukan- masukan terkait aspek lingkungan dan masyarakat akibat pembangunan kabel optik PRB.

Baca Juga :  Natuna dan Anambas Pecah Kongsi

Di Kepri, daerah pembangunan PRB ini melintasi laut Natuna, Batam dan lainnya. Pada kesempatan itu, Trisnan Kabid Tata Lingkungan dan Kajian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna ikut hadir.

Trisnan mengatakan bahwa sebelum dilakukan penilaian DELH, tahun 2017 yang lalu telah diadakan penilaian UKL UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

PRB ini wajib Amdal maka diadakan penilaian dokumen ulang untuk kegiatan yang sudah berjalan yaitu Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).

Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Natuna diundang untuk memberikan masukan terhadap dokumen evaluasi lingkungan hidup pembangunan PRB ini.

Saran dan masukan mengenai perbaikan dokumen telah disampaikan kepada BP3TI yang berwenang menjalankan proyek PRB dan tanggal 11 Februari perizinan semua harus diselesaikan dan diberi waktu kepada pemerakarsa dalam hal ini BP3TI untuk menyelesaikan perbaikan sampai hari yang ditentukan agar bisa diterbitkan izin lingkungan oleh Menteri LHK dan dalam bulan Februari dari BP3TI akan ke Natuna untuk memantapkan lagi persiapan peresmian PRB.

”Insya Allah kalau semua beres paling cepat bulan Maret ini akan diresmikan oleh bapak presiden dan kita minta supaya diresmikan dari Natuna itu akan dipertimbangkan lagi oleh Kemkominfo sebagai pemilik kapasitas PRB,” ungkap Trisnan seperti rilis yang diterima redaksi koran ini dari Guntur Sakti.

Pada kesempatan yang sama Direktur Infrastruktur BP3TI Dhia Anugrah F mengatakan bahwa dukungan sudah BP3TI didapatkan, namun dokumen tersebut perlu diperbaiki agar lebih lengkap dan benar.

Baca Juga :  Sabu Disimpan di Sepatu dan Selangkangan

Belum lama ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menghadiri peresmian penggelaran kabel optik bawah laut Palapa Ring Barat dari atas Kapal Limin Venture di Perairan Batam, Agustus 2017 lalu.

Kabel optik yang dipasang di Kepri disebarkan pada kedalaman sekitar 200 meter dan dirancang agar tidak terkena jangkar kapal.

Pemasangan kabel optik di Kepri dimulai dari Batam, kemudian menyebar ke perairan lainnya. Setelah selesai memasang kabel optik di Natuna, perusahaan yang menangani proyek itu melanjutkan ke Singkawang.

Ia mengemukakan Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 35.280 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik yakni wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku, dan satu ‘backhaul’ untuk menghubungkan semuanya.

Pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau 457 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur.

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 457 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Proyek ini merupakan proyek pengembangan jaringan telekomunikasi ke seluruh kabupaten/kota dengan menggunakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), Sistem komunikasi Serat Optik (SKSO).

Ide pembangunan jaringan serat optik ini dimaksudkan sebagai tulang punggung (backbone) bagi sistem telekomunikasi nasional.

Proyek ini dirancang untuk menyalurkan layanan pita lebar (broadband) ke pengguna akhir (end user) dengan kecepatan bit transfer sekurang-kurangnya 10 Mbps di pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan

Baca Juga :  Pemko Ngotot Kelola SWRO

Dari total 514 kabupaten/kota (KK) di seluruh Indonesia, saat ini terdapat 457 KK yang telah dan akan terjangkau dengan jaringan telekomunikasi SKKL dan SKSO.

Sedangkan sisanya sebanyak 57 KK merupakan daerah terpencil dengan kontur geografis yang sulit dan potensi pengguna yang relatif kecil. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memutuskan untuk melaksanakan pembangunan jaringan serat optik di sisa 57 KK dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kota yang terhubung dengan Proyek Palapa Ring Paket Barat di Provinsi Kepulauan Riau, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun dan Kota Batam.

PT Palapa Ring Barat merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat c.q Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk pelaksanaan Proyek Palapa Ring berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Komunkasi dan Informatika RI dengan PT. Palapa Ring Barat, Nomor: 284/M.KOMINFO/HK.03.02/02, Nomor: 002/PRB/PD-DIR/II/2016 tanggal 29 Februari 2016 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Tulang Punggung Serat Optik.

Proyek Palapa Ring ini merupakan salah satu dari proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Yang mana secara khusus bertujuan untuk pemerataan dan peningkatan jangkauan broadband yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(MARTUNAS SITUMEANG)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here