Investasi Baru di Bintan Mencapai Rp 7 T

0
250
RAPAT UMK: Ketua Dewan Pengupahan Bintan memimpin rapat pembahasan UMK 2018 Bintan, didampingi Deputi Bank Indonesia Cabang Batam, Eko Waluyo dan Ketua Apindo Jamin Hidijat, Rabu (1/11) kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Dewan Pengupahan Bakal Menaikkan UMK 2018

BINTAN – INVESTASI yang baru masuk di Kabupaten Bintan mencapai Rp 7 triliun, pada tahun 2017 ini. Investasi baru ini membuka peluang kerja. Dewan Pengupahan Bintan tak ragu menaikkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018, meski di tahun 2017 ini kondisi ekonomi sedang lesu.

Hal ini dikemukakan pada saat Dewan Pengupahan Kabupaten Bintan mengadakan rapat perdana pembahasan UMK 2018 Bintan, di ruang rapat 3 Kantor Bupati Bintan, Rabu (1/11)kemarin. Dalam rapat ini dewan pengupahan masih mendengarkan hasil survei BPS, perkembangan investasi dari DPMPTS-Naker dan pertumbuhan ekonomi dari Bank Indonesia (BI).

Untuk perkembangan investasi, Kepala DPMPTSP-Naker Bintan Hasfarizal Handra menyampaikan, ada beberapa investasi yang menanamkan modal di Bintan, selama tahun 2017. Yaitu empat investasi perhotelan berbintang empat dan lima, dari sektor pariwisata. ”Nilai investasinya mencapai Rp 7 triliun,” sebut Hasfarizal Handra.

Kemudian, Galang Batang juga ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus oleh pemerintah pusat. Investasi ini bakal merekrut tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Daya beli dan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 nanti, bakal pulih kembali. ”Pemkab tetap optimis, meski nilai UMK 2018 nanti naik. Itu sesuai dengan ketentuan PP 78/2015 tentang penetapan upah minimum,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Kepala BPS Bintan Ahmadini menyampaikan beberapa hasil survei harga barang di beberapa pasar kecamatan. Harga barang masih stabil. Namun, daya beli konsumen turun, akibat ekonomi lesu sekarang.

Deputi Kepala BI Cabang Batam Eko Waluyo juga menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi di Kepri. Saat ini, ekonomi daerah Kepri jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Di Kepri pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 1,5 sampai dengan 1,9 persen. Hal ini dipicu dengan tutupnya investasi di Batam yang cukup banyak.

Sehingga, angka pengangguran bertambah dan mempengaruhi daya beli masyarakat yang cenderung turun. Kondisi ekonomi atau lemahnya daya beli itu, juga berpengaruh terhadap Kabupaten Bintan.

Meski demikian, nilai UMK 2018 Bintan bakal naik, namun dalam jumlah yang kecil. Untuk pengusulan dan penetapan nilai UMK 2018, akan dilaksanakan dalam rapat Dewan Pengupahan Bintan, Rabu (8/11) pekan depan. Hasil rapat tersebut disampaikan kepada Bupati Bintan H Apri Sujadi dan diteruskan kepada Gubernur Kepri.

”Dengan investasi yang masuk di Bintan sekarang, serikat pekerja dan Apindo tetap optimis menatap kondisi ekonomi, dan UMK pada tahun 2018 mendatang. Nilainya belum bisa putuskan sekarang. Yang jelas UMK Bintan di atas nilai UMP Kepri,” ujar Hasfarizal Handra, sekaligus Ketua Dewan Pengupahan Bintan.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here