Investasi PMA dan PMDN Meningkat

0
270
BUPATI Karimun Aunur Rafiq ketika menjelaskan skala peningkatan dan rencana investasi pada kegiatan Focus Grup Discussion, Senin (23/4). F-ISTIMEWA

Realisasi investasi di Karimun terus meningkat setiap tahunnya baik Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).

KARIMUN – Tercatat, dari tahun 2013 sampai 2017 penanaman modal asing terbesar di tahun 2017 mencapai Rp 16,422 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri terbesar Rp 7,980 triliun.

Perkembangan realisasi investasi sampai saat ini, sudah tercatat 197 perusahaan yang berinvestasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Jumlah ini jauh meningkat jika dibandingkan sebelum FTZ yang hanya terdapat 9 perusahaan. Hal itu diungkapkan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada kegiatan Focus Grup Discussion (FGD), Senin (23/4).

Untuk meningkatkan investasi, lanjut Rafiq, Karimun mengusulkan beberapa pulau untuk ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan telah diakomodir Pemerintah Provinsi Kepri dalam Perda RTRW. Sebagian besar, usulan kawasan adalah lahan kosong dan jauh dari pemukiman masyarakat jadi potensial untuk kawasan industri serta perdagangan dan jasa.

”Beberapa faktor yang menjadi kendala pertumbuhan investasi, yang saat ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Karimun, sejak ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Belum memiliki pelabuhan bebas yang mampu menampung kapal bertonase 1.000 DWT atau lebih,” ujar Rafiq.

Lokasi pelabuhan umum dan pelabuhan kargo yang ada saat ini sudah tidak layak. Menurutnya, lokasi yang terbatas tidak memiliki gudang dan lapangan penumpukan dan tempat parkir serta berada ditengah pusat kota yang menyebabkan kemacetan.

Selain itu, belum memiliki bandara representatif yang melayani penerbangan dengan pesawat berbadan lebar yang mendukung kawasan pelabuhan bebas. Untuk itu, sangat membutuhkan penambahan sarana pelabuhan penyeberangan untuk menjembatani pulau yang ada.

”Karimun butuh landasan pacu bandara 1.800 meter untuk dapat didarati pesawat jenis Boeing. Saat ini, bandara baru tersedia sepanjang 1.400 meter telah melayani penerbangan dengan pesawat Susi Air. Sedang diupayakan untuk dapat didarati pesawat jenis Wings Air,” kata Rafiq.

Keterbatasan anggaran pada Kementerian Perhubungan menjadi kendala pembangunan bandara. Sehingga, ke depannya dapat dilanjutkan jika berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres). Saat ini sedang diupayakan agar pembangunan bandara dapat dilanjutkan tahun 2019.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here