Investasi Rp 3,5 Triliun Masuk ke Bintan

0
1083
FOTO BERSAMA: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun foto bersama Busines Manager Chen Long bersama Vice Representative Indonesia Sun Xiau Peng. f-suhardi/tanjungpinang pos

Avara, Wisata Terpadu Terbesar di Indonesia

Kepri akan memiliki tempat wisata unggulan terbaru. Bahkan, kawasan wisata terpadu diklaim terbesar di Indonesia yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 3,5 triliun.

BINTAN – AVARA Resort merupakan kawasan wisata terpadu yang akan dibangun di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Untuk menunjukkan keseriusan mereka membangun kawasan tersebut, manajemen Avara Resort melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (8/6) sore.

Busines Manager Chen Long bersama Vice Representative Indonesia Sun Xiau Peng didampingi penerjemah asal Indonesia dari PT Grand Wie Sukses Properti, asal Jakarta, Lily Oey menyampaikan kedatangan mereka bertemu Gubernur adalah bentuk kesungguhan untuk membangun kawasan pariwisata terpadu itu. Konsep pengembangan adalah di darat dan dilaut dengan investasi mencapai Rp 3,5 triliun. Rencananya, peletakan batu pertama Juli 2017 ini.

Gubernur mengatakan, masalah perizinan akan dibantu. Ia akan memerintahkan bawahannya untuk mempercepat perizinannya. Apalagi, dari penjelasan pihak manajemen, mereka tidak mereklamasi pantai. Namun, mereka akan membangun di darat dengan tetap menjaga keasrian lingkungan serta pembangunan di tepi pantai berupa pelabuhan.

”Saya minta supaya dipercepat. Masalah izin, nanti saya instruksikan supaya tidak di persulit. Karena saya lihat planning ini tidak ada reklamasi pantai apalagi merusak lingkungan,” terang Nurdin. Avara Resort tersebut akan dibangun investor Tiongkok. Sedangkan peletakan batu pertama rencananya akan dilakukan Gubernur. Soal perizinan sudah selesai diurus dari Pemkab Bintan.

Di kawasan tersebut akan dibangun hotel berbintang, ratusan water villa, bangunan ornamen yang jadi unggulan tujuh keajaiban di dunia, serta terdapat pusat UMKM, pusat kuliner dan sport centre. Nurdin Basirun mengaku, dirinya sangat membuka diri bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Provinsi Kepri ini.

Hanya saja, Nurdin berpesan selama proses pengurusan izin dirinya tidak mau melalui pihak ke tiga, melainkan langsung antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah apakah Pemkab Bintan ataupun Pemprov Kepri. ”Jika proyek ini berhasil dan membawa efek positif bagi dunia pariwisata Kepri, maka saya janjikan ke mereka ada proyek besar lainnya yang rencana akan kita tawarkan ke mereka,” terang Nurdin kepada wartawan usai pertemuan sore itu.

Pembangunan kawasan ini diperkirakan tiga tahun. ”Kami optimis bahwa setelah groundbreaking (peletakan batu pertama), tiga tahun pembangunan di darat maupun laut sudah beroperasi,” jelas Lily Oey.

Menurutnya, ada sekitar 40 hektare kawasan darat dan laut di kawasan Trikora menjadi pusat pengembangan wisata Avara Resort Bintan ini. Dibutuhkan sekitar tiga ribu tenaga kerja baik lokal maupun profesional di kawasan itu. Pekerja lokal akan diamokodir. Ini sebagai wujud kepedulian mereka terhadap Pulau Bintan.

Bukan hanya memandang Pulau Bintan adalah pulau yang paling eksotis dan paling potensi ke depannya, mereka pun melihat Bintan adalah salah satu daerah yang paling mendukung kemajuan sektor pariwisata di dunia. ”Kawasan Avara Resort ini, nanti akan dibangun kontraktor asal Cina salah satu perusahaan terbesar nomor enam dan salah satu BUMN di Cina,” terang Lily Oey. ”Iya mereka ini ialah, Chen Long dan Sun Xiau Peng yang hari ini bersama kami bertemu Pak Gubernur untuk meminta izin dan bersilaturahmi,” timpalnya.

Ia menjelaskan, pengalaman para kontraktor BUMN Cina ini selama perjalanannya sudah berhasil membangun mega proyek LRT dari Jakarta ke Kota Bandung, bahkan Waduk Jati Gede terbesar nomor dua di Indonesia. Juga membangun proyek PLTU di Padang. Bahkan mereka pun memiliki sebanyak 116 anak perusahaan yang bergerak di bidang properti seluruh dunia. Perusahaan yang mereka miliki saat ini adalah Mangata.

Turut mendampingi Gubernur saat itu Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Pemprov Kepri, Azman Taufik.Menurut Azman, pihaknya memastikan perizinan tidak ada masalah baik itu di Pemkab Bintan maupun Pemprov Kepri. Dirinya memastikan pembangunan resort terbesar di Indonesia itu kalau jadi tidak hanya mampu menyaingi resor terkenal di Bali maupun di Pulau Jawa dan provinsi lainnya di Indonesia. Nantinya resort ini mampu memajukan Kepri dengan provinsi lainnya di Indonesia bahkan dunia.

”Pembangunannya ramah lingkungan dan tidak merusak. Mereka justru menjaga walaupun manajemen mereka memastikan ke kita akan membangun di sisi darat dan laut,” terang Azman. Gubernur menambahkan, mengingat posisi Kepri yang dekat dengan sejumlah negara, sehingga menjadi daerah yang dilirik banyak investor.

Apalagi, Kepri memiliki garis pantai yang panjang, pasir putih dan pulau-pulau yang indah, sangat potensi untuk memajukan sektor wisata. Salah satu kawasan wisata Indonesia berkelas dunia dan baru dioperasikan adalah Pulau Bawah Anambas. Legenda hidup sepakbola dunia, David Beckham sendiri menyatakan ketertarikannya ingin berkunjung ke Pulau Bawah itu.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here