Investasi Rp20 Triliun, Bangun Ketahanan Energi

0
703
SURVEI LAUT: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun membantu tekong untuk menyandarkan boat pancung saat membawa investor survei laut di sekitar Pulau Asam, Karimun, Rabu (12/7). f-mazpram/humas pemprov kepri

KARIMUN – Perusahaan konsorsium asing ingin segera memulai investasinya di Pulau Asam Karimun, salah satu kawasan yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri. Keseriusan mereka ditunjukkan dengan berkunjungnya para investor Singapura itu ke pulau tersebut, Rabu (12/7) bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan rombongan. Gubernur memastikan proses investasi di Pulau Asam berjalan segera. Ini setelah rombongan investor dari Singapura kembali meninjau Pulau Asam, Karimun.

”Mereka langsung meninjau lokasi. Mereka mau cepat melakukan aktivitas di Pulau Asam,” kata Nurdin di Pulau Asam, Karimun, kemarin.Dia antara yang hadir bersama Gubernur di Pulau Asam adalah Brian Fu, Vice President Silk Road Finance Corporation Limited dan Alvin Leong Managing Director WH Marathon Pte Ltd. Menurut Nurdin, konsorsium yang akan berinvestasi ke Pulau Asam membawa investasi yang besar. Total investasi gabungan perusahaan ini mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20,152 triliun.

Karena itu, pihaknya juga akan mendorong akan kegiatan mereka segera berlangsung di sana. ”Investasi mereka bukan soal bisnis saja, tapi juga akan membangun ketahanan energi nasional,” kata Nurdin.
W H Marathon Pte Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Teknik, Pengadaan, Konstruksi dan Pemeliharaan di Industri Minyak, Gas, Kimia, Petrokimia dan Industri dengan proyek bisnis di negara-negara ASEAN.

Investor yang tergabung dalam PT. Karimun Storage Terminal (KST) tersebut direncanakan membangun oil tanking di Pulau Asam, sejalan dengan rencana pemerintah daerah yang akan mendirikan perusahaan di bidang oil storage terminal, kawasan shipyard, logistic-logistic base, transhipment, sektor pariwisata dan perdagangan. Di Pulau ini juga akan dikembangkan binsis LNG.

”Pulau Asam is the best-lah,” kata Alvin Leong tentang strategisnya pulau ini untuk menggerakkan investasi di bidang energi. Pulau Asam sendiri direncanakan menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dari beberapa kali pertemuan di Jakarta, pulau ini menjadi yang paling memenuhi kriteria masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Karimun. Senin (10/7) lalu, Kemeterian Koordinator Bidang Perekonomian kembali membahas permasalahan KEK di berbagai wilayah Kepri. Tiga lokasi yang dibahas adalah KEK di kawasan Pulau Rempang, Galang dan Galang Baru. Juga dibahas pengembangan KEK Pulau Asam dan Galang Baru, Bintan.

”Semua progresnya menggembirakan. Kita akan terus dorong semakin cepat penetapan dan keluar aturannya,” kata Nurdin lagi. Saat di Pulau Asam, Gubernur dan Alvin Leong langsung membahas groundbreaking pekerjaan di tempat itu. Dengan groundbreaking, antusias kerja semakin cepat. Apalagi untuk penyiapan infrastruktur akan menyerap ribuan pekerja. Apalagi ada teknologi tinggi pada investasi mereka. Diharapkan tenaga kerja tempatan bisa menyerap ilmu dan keahlian pada teknologi tinggi itu. Nurdin memang terus memantau progres investasi-investasi yang masuk ke Kepri. Dia terus berupaya mendorong percepatan aktivitas investasi tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here