Investasi Terhambat oleh Regulasi

0
86
PANTAI Pulau Kusik yang indah kini diincar investor untuk dikembangkan jadi kawasan wisata terpadu. F-dokumen/tanjungpinang pos
Peluang masuknya investasi di Anambas terhambat regulasi perizinan. Hal itu tak pelak mengganggu, dan memperburuk iklim investasi di Kabupaten termuda di Provinsi Kepri itu.

ANAMBAS – Ironinya kendala perizinan tersebut terjadi di Provinsi bukan di Anambas.

Dedi Supriadi salah seorang pengusaha mengaku, saat ini perizinannya terhambat dan telah satu tahun lebih pengurusan dan menunggu Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

”Sudah setahun lebih perizinan terhambat dikarenakan RZWP3K ini, harus di Perdakan terlebih dahulu,” ujar Dedi Supriadi, Rabu (17/7).

Ia mengaku, pihaknya terpaksa bolak-balik Tarempa-Tanjungpinang untuk menyelesaikan perizinan ini namun tak kunjung tuntas.

”Akibat bolak-balik ini banyak biaya, yang harus dikeluarkan cukup besar,” jelasnya.

Menurutnya salah satu penyebab adalah, pembangunan yang dilakukan pihaknya adalah home base untuk logistik Migas. Karena akan melakukan reklamasi.

”Kami masih menunggu RZWP3K, untuk yang lain sudah selesai,” tukasnya.

Sementara itu, Abdullah salah satu pengusaha yang ingin membangun resor di Anambas juga mengeluhkan lambannya perizinan.

Bahkan, pengurusan yang dilakukan sudah hampir mencapai dua tahun.

”Untuk Kabupaten, pemerintah daerah melalu Dinas sangat membantu. Sehingga sudah rampung, yang jadi masalah itu perizinan di Provinsi yang masih menyangkut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Nakertrans Yunizar yang dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, pihaknya mendukung masuknya investasi, apalagi ini dapat menyerap tenaga kerja di daerah.

”Untuk semua perizinan di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) tidak ada persoalan,” tegasnya.

Namun demikian terkait dengan izin perairan dan pesisir yang menjadi kewenangan provinsi, teman-teman pengusaha mengaku kesulitan, karena memakan waktu yang lama serta biaya.

Biayanya itu adalah untuk akomodasi, dan transportasi bolak-balik dalam pengurusan perizinan.

Selain itu, Pemkab KKA saat ini terus mengembangkan potensi daerah agar bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pariwisata, dengan menggelar sdejumlah event untuk menarik wisatawan.

Kegiatan itu, tentunya juga bermaksud untuk menunhkan minat investor agar mau berinvestasi di Anambas khususnya sektor pariwisata.

Dalam memajukan pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah harus segera meningkatkan infrastruktur dan moda transportasi internasional.

Selain itu, lebih giat lagi menggelar event atau pentas seni budaya hingga kuliner khas daerah.

Ketika DPRD Anambas melakukan Kunjungan Kerja ke luar daerah yakni di Daerah Manado, sebagai studi banding wilayah wisata ada dua persoalan yang menjadi peran penting utama dalam mendorong percepatan wisata, yakni lancarnya transportasi udara taraf internasional dan seni budaya ditambah kuliner khas yang mereka miliki.

”Untuk transportasi Anambas saat ini terus berbenah, namun kuliner ini perlu ditetapkan dan dipatenkan jangan sampai dicaplok dari daerah lain,” kata Dhannun, selaku Ketua Komisi II DPRD Anambas ketika ditemui, Senin (8/7) kemarin.

Ia juga menjelaskan, saat melakukan Kunjungan Kerja ( Kunker) di Manado kemarin, pihaknya memahami bahwa transportasi sangatlah penting.

Salah satunya penyebab Manado mendunia adalah, adanya transportasi langsung antara negara yang bersangkutan dengan negara yang akan dituju.

Untuk mempermudah investasi masuk, Pemkab Anambas bersama instansi terkait juga telah membuka pintu sebagai aksesibilitas.

Seperti adanya maskapai Wings Air, yang kini melayani rute Tanjungpinang-Anambas dan Batam-Anambas PP melalui Bandara Letung, Jemaja.

Saat ini, akan menambah rute lagi ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here