Investor Jepang Lirik Perikanan di Natuna

0
712
INVESTOR: Lima investor Jepang dan perwakilan KKP RI saat meninjau lokasi usaha perikanan di Natuna, Kamis (23/11) lalu. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Natuna kini jadi daerah yang banyak dilirik para investor. Sebelumnya, Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sudah berkunjung ke Natuna untuk melihat potensi yang cocok untuk dikembangkan.

Kamis (23/11) kemarin, lima orang investor Jepang datang ke Natuna untuk melihat daerah pengembangan bisnis bidang perikanan.

Potensi ikan Natuna yang berlimpah-limpah dan sampai saat ini belum digarap maksimal menjadi daya tarik bagi mereka. Hanya saja, belum diketahui apakah investor tersebut akan mengembangkan budi daya ikan, pengalengan atau tangkap ikan.

Para pengusaha tersebut didampingi pejabat dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI datang ke Natuna dan pertemuan dilakukan di Aula Rapat Kantor Bupati Natuna.

Sekda Natuna, Wan Siswandi menyambut kehadiran investor asal Negeri Sakura tersebut. Ia mewakili Bupati Natuna Hamid Rizak yang sedang dinas luar.

Kepada Siswandi, para investor menyatakan ketertarikan mereka untuk membuka usaha bidang perikanan. Mereka juga berjanji akan melibatkan nelayan lokal untuk mencari sumber bahan baku usahanya.

Wan Siswandi juga berharap agar para investor berkoordinasi sebaik mungkin dengan seluruh elemen yang terlibat, baik dengan pihak kecamatan, lurah/desa, maupun masyarakat agar proses investasi dapat diterima dan didukung penuh semua pihak.

”Saya berharap melalui rencana investasi ini, dapat memberikan nilai positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama para nelayan tradisional tempatan,” harap Wan Siswandi.

Tahap awal sebagai bukti keseriusan para investor ini, mereka akan memasang perangkat radar pantai yang bertujuan untuk memantau aktivitas nelayan hingga jarak 180 mil atau sekitar 288 Km.

Radar ini dipasang agar bisa memantau nelayan selama di laut. Sehingga, keselamatan nelayan bisa dipantau dan keberadaan ikan dapat dipetakan.

Alat pemancar juga akan dipasang di kapal-kapal nelayan. Dengan demikian, posisi nelayan bisa diketahui dimana. Nelayan juga akan mengetahui keberadaan ikan di daerah mana.

Adapun alat pemancar yang akan dipasang di kapal nelayan berupa Transponder Portable yang memiliki sistem AIS (Automatic Identification System) yaitu sebuah sistem yang dipergunakan untuk memberikan informasi elektronik berupa identifikasi posisi, kegiatan atau keadaan kapal terdekat lainnya.

Ssehingga setiap kapal dapat terpantau keberadaannya dan memudahkan aktivitas nelayan untuk mendapatkan ikan.

Saat berkunjung ke Natuna, 5 investor ikut hadir didampingi 5 orang perwakilan dari KKP. Rencana investasi ini akan memberikan nilai positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama para nelayan tradisional tempatan. Sebelumnya, Bupati Natuna Hamid Rizal mengatakan, potensi ikan di wilayah Natuna sekitar Rp 22 triliun setahun. Itu hanya potensi ikan tangkapan saja.

Potensinya masih lebih besar lagi jika dikembangkan budidaya ikan secara modern. Hanya saja, potensi ini baru sekitar Rp 500 miliar setahun yang digarap.

Lantaran ikan masih berlimpah, tak heran jika banyak nelayan asing yang mencuri ikan di sana. Meski kapal-kapal ikan asing sudah ditangkap dan diledakkan, namun tidak ada efek jera.

Masih banyak pelaku illegal fishing lainnya yang turun melaut ke perairan Natuna. Bahkan, pihak Kejari Natuna kewalahan menampung pelaku illegal fishing di kantor mereka. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here