Investor Jepang Tertarik Kelola RSOB

0
541
BAHAS INVESTASI: Investor asing berkunjung ke Kantor BP Batam di Batamcenter untuk bahas prospek investasi dalam bidang kesehatan, Kamis (5/10). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Investor asing dalam hal ini investor dari Jepang, Singapura dan Malaysia, melirik Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) milik Badan Pengusahaan (BP) Batam, sebagai pusat health care business.

Para investor ini pun sudah datang ke Batam dan bertemu dengan orang-orang BP Batam. Tujuan kunjungan itu dimaksud untuk mengetahui lebih dalam bagaimana Batam dan bagaimana prospek investasi di RSOB-BP serta teknis implementasi investasi di bidang kesehatan.

Kunjungan itu berlangsung, Kamis (5/10) di Batam. Mereka diterima Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah, Direktur RSBP Batam, Sigit Riyanto, Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono dan lainnya.

Calon investor yang berkunjung itu, merupakan gabungan investor yang bergerak di bidang kesehatan. Diantaranya dokter-dokter ahli dari London, Inggris. Diantaranya, Mr Jap Le Son, Mr Pexon, Mr Anthony, Ms Lawrence, Mr Murakata, Mr David Loh, Mr Andre Chen dan Mr Mok Pei-pei. Sementara dari Indonesia ada Budiarto dan Kusnadi Budiman.

”Para dokter dan ahli kesehatan itu konsen terhadap kemungkinan kerja sama dalam membentuk Wellness Center bertajuk health care business,” ungkap Andi Antono.

Disebutkan, lokasi RSBP yang berada di Sekupang, dianggap lokasi yang tepat untuk proyek mereka. Health care business ini mereka harapkan akan menjadi pusat kesehatan terbesar di Batam yang mampu memberikan pelayanan, tidak hanya bagi warga Indonesia melainkan warga Singapura juga.

”Termasuk dengan menghadirkan teknologi dan dokter-dokter ahli di bidang ilmu khusus tertentu dari luar negeri yang mendapat akreditasi internasional dan izin dari Indonesia,” sambung Andi.

Baik BP Batam dan calon investor itu menjadikan rencana itu pertimbangan dasar untuk membentuk skema kerja sama ke depan di bidang kesehatan. Dimana, calon investor itu, Batam sebagai kawasan yang strategis diantara Singapura dan Johor.

”Memiliki kesempatan untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik, lebih modern dan mampu meningkatkan grade agar bisa turut menjadi rumah sakit rujukan bagi warga negara asing,” imbuhnya.

Direktur RSBP Batam, dr Sigit Riyanto mengungkapkan, sejumlah projek yang ditawarkan BP Batam, guna terus meningkatkan daya saing, kerja sama penyiapan peralatan medis yang canggih. Diantaranya penyediaan alat MRI 3 Tesla, CT Scan 128 Slice dan Cathlab.

”Sistem pendukung toxic and waste management, Green Hospital Technology, sistem keamanan, sistem informasi rumah sakit, dan pembangunan gedung lanjutan guna memberikan fasilitas tempat tinggal bagi keluarga pasien,” katanya.

Sementara Agus Tjahajana mengatakan, BP Batam terus berusaha meningkatkan kualitas Rumah Sakit BP Batam baik dari segi teknologi, fasilitas, maupun sumber daya manusia.

Hal ini teraktualisasi, dengan beragam perubahan dan penghargaan yang telah dilakukan RSBP Batam. Seperti, pembangunan gedung baru dengan menambah kapasitas tempat tidur yang ada sekarang menjadi lebih dari 300 tempat tidur.

”Terbagi dalam kelas VIP dan mampu mengakomodir kelas menengah ke atas. RSOB terpilih sebagai pusat rujukan penanganan jantung. Kami berfokus kerja sama investasi di bidang kesehatan, untuk lebih modern dengan teknologi tercanggih,” terang Agus. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here