Investor Minta Kemudahan Ekpor-Impor

0
514
Kawasan industri Batamindo yang menampung ratusan ribu pekerja.F-istimewa

BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo bersama sejumlah pejabat BP Batam melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Sei Beduk. Rombongan ketua BP batam melakukan pertemuan tertutup dengan pihak pengelola kawasan industri pertama di Batam itu, Senin (5/2). Namun, hasil pembicaraan diakui, terkait permintaan pengusaha, agar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 229 tahun 2017 segera dilaksanakan.

Lukita bersama rombongan diakui membahas beberapa poin yang diharapkan bisa diperbaiki dalam mendukung investasi Batam. ”Prosedur pemasukan barang impor dan lartas minta disempurnakan. Pengusaha juga minta PMK 229 tentang tata cara pengenaan tarif bea masuk barang impor, segera diaplikasikan,” katanya.

Baca Juga :  BP Batalkan Alokasi Lahan ke Perusahaan

Dengan PMK itu, diakui pengusaha akan terbantu sehingga barang dari Batam, bisa langsung masuk ke daerah lain. Hal itu diakui akan lebih menggairahkan industri di Batam. ”Karena dengan PMK, barang dari sini bisa dikirim ke daerah lain. Ini kebijakan yang mereka tunggu segera diterapkan,” beber Lukita.

Pengusaha juga diakui meminta perhatian BP Batam terhadap hambatan-hambatan yang dialami pengusaha. Sementara disisi lain, pengusaha diakui memiliki keinginan untuk membantu meningkatkan investasi di Batam. Khususnya pengelola kawasan Batamindo yang menginginkan peningkatan investasi dikawasan industri mereka.

Baca Juga :  Pajak Naik, Pengusaha Meradang

”Mereka menyinggung terkait dengan biaya logistik dan kemudahan-kemudahan lain. Itu akan kita perhatikan, karena kita harus menyadari, kapasitas Batamindo harus ditingkatkan,” tegasnya.

Terkait kemudahan mitra atau rekanan kawasan Industri yang akan berkunjung, diharapkan diberikan kemudahan. Dalam hal ini, BP Batam menyampaikan jika hal itu merupakan kewenangan Imigras. ”Hal lain, mereka mengapresiasi pelebaran jalan. Tapi mereka menunggu fly over kedua dibangun. Karena ini bukan hanya angkutan pekerja, tapi angkutan barang,” ucap Lukita.

Terkait permintaan dan masukan pengusaha itu, Lukita menjadikan catatan untuk ditindaklanjuti. Termaksud terkait dengan biaya pengusaha atau cost pengiriman barang dari Batam ke Singapura, dibanding dari Singapura ke Jakarta.

Baca Juga :  Dishub Bangun 20 Halte Baru

”Kita akan bicara kan ini dengan pusat. Tapi mereka mengakui, secara keseluluruhan, Batam masih kompetitif. Karena biaya produksi di Singapura mahal dan di Malaysia sudah meningkat,” imbuh Lukita. (MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here