Investor Pasar Modal Kepri Masih Minim

0
870

BATAM – Kepala  Departemen  Pengawasan  Pasar  Modal  1A, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Aditya  Jayaantara mengatakan, pasar modal di Kepri jumlahnya 9.800 investor. Menurutnya, angka ini masih kecil bila dibandingkan jumlah penduduk Batam, sesuai data 2016 yaitu 1.236.399  jiwa. Maka penduduk Batam yang  berinvestasi  di sektor  Pasar  Modal  hanya  sebesar  0,60 persen.

Terdiri dari 6.014  investor  berinvestasi  pada  sektor  saham. Sekitar 5.028  investor  pada  sektor  reksa  dana dan 783  investor  berinvestasi Surat Berharga Negara (SBN). Disampaikannya, dari jumlah investor pasar modal Kepri itu, mayoritas berada di Batam.

“Secara  khusus di Batam, jumlah investor pasar modal  berjumlah  7.369 investor  atau 75,19 persen dari   jumlah  investor  di  Provinsi  Kepri,” ujrnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (19/4) di Batam.

Baca Juga :  Jalan Bengkong Dibuat Dua Jalur

Sehingga saat ini, baru tiga perusahaan yang mencari modal dari bursa efek (emite) yang berada di Kepri. “Diantaranya PT Citra Tubindo Tbk, PT Sat Nusapersada  Tbk dan PT Mandarine  Hotel  Regency Tbk,” sebutnya.

Selain itu, ada sembilan perusahaan efek atau pihak yang melakukan kegiatan usaha dan memiliki izin OJK. Apakah sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan atau Manajer Investasi (MI), disebutkanya ada sembilan kantor cabang di Batam.

Yaitu, PT  MNC  Sekuritas, PT Phillip Sekuritas Indonesia,  PT BNI  Sekuritas, PT  Panin Sekuritas Tbk, PT Mandiri Sekuritas,  PT  OSO  Sekuritas,  PT  Jasa  Utama  Capital  Sekuritas,  PT  Kresna Sekuritas,  PT  IndoPremier  Sekuritas. “Manajer Investasi ada dua kantor cabang. Masing-masing, PT Sinarmas Asset  Management  dan PT  OSO Management  Investasi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemko Siagakan Enam Posko Kesehatan

Saat ini, pihaknya sedang memperkuat pemahaman-pemahaman masyarakat  khususnya  di  daerah atas  informasi  aktual perkembangan di  Pasar  modal. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan  pandangan kepada masyarakat dalam berinvestasi  yang  cerdas  dan  aman. “Kita mengajak masyarakat  untuk  dapat  menjadi  investor  di  pasar  modal,” sebutnya.

Menurutnya, berdasarkan  survei  indeks  literasi  keuangan  tahun  2016, indeks  Pasar Modal Nasional  hanya  sebesar  4,4 persen. Meningkat dari  yang  sebelumnya  2013 yaitu sebesar  3,79 persen. Sedangkan untuk  indeks  inklusi  Nasional  tahun  2016  juga mengalami  peningkatan dari  0,11 persen  di  tahun  2013  menjadi  1,25 persen  di tahun  2016, meningkat  sebesar  1,14 persen.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here