Investor Taiwan Makin Tertarik

0
521
PIHAK BP Batam saat mengikuti forum diskusi bisnid di Taiwan, kemarin.f-istimewa/humas bp batam

Jaga Tetap Aman, Biaya Logistik Kompetitif

Pengusaha Taiwan makin tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya di Batam. Makin banyak investor Taiwan yang menyatakan niatnya ingin investasi di Batam.

BATAM – SEPERTI disampaikan Executive Director of Market Development Department, TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), James K.J. Chen, Indonesia merupakan promosing land untuk investasi jangka panjang dan saatnya berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, Charles Lin Chief Financial Officer Pegatron Taiwan mengatakan, alasan mereka memilih Indonesia untuk mengembangkan usaha Pegatron karena Indonesia memiliki sumber daya yang baik dan juga merupakan waktu yang tepat bagi Pegatron untuk berinvestasi.

”Apabila iklim usaha di Batam cukup kondusif, dan biaya logistik cukup kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan fasilitas di Batam bisa sebesar fasilitas Pegatron di Shanghai atau Suzhou, dimana kapasitas produksinya bisa menciptakan lapangan kerja sampai dengan 50.000 tenaga kerja,” terangnya.

Berbagai pandangan itu disampaikan James K.J. Chen dan Charles Lin saat pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam saat melakukan promosi di Taiwan sekaligus memenuhi undangan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Baca Juga :  ATM di Indonesia, Uang Ditarik di Malaysia

Kegiatan Indonesia Investment Business Forum (IIBF) digelar sebagai rangkaian dari acara Taiwan ASEAN India Strategic Investment Partnership Forum yang diselenggarakan di Kota Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada tanggal 22-25 Juli 2019.

BP Batam diwakili Kepala subdit Promosi, Ferdiana Sumiartony.

Hari pertama kegiatan, delegasi berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan Pegatron yang telah membuka salah satu lini produknya di Batam yang diresmikan pada tanggal 9 Juli 2019.

Sementara dalam menggenjot investasi di Batam, BP melakukan promosi ke Taiwan, memenuhi undangan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.

Kegiatan Indonesia Investment Business Forum (IIBF) digelar sebagai rangkaian dari acara Taiwan ASEAN India Strategic Investment Partnership Forum yang diselenggarakan di kota Taipei dan Hsinchu, Taiwan pada tanggal 22-25 Juli 2019. BP Batam yang diwakili Kepala subdit Promosi, Ferdiana Sumiartony.

Potensi investasi dari Taiwan diakui sangat besar di Batam. Sampai dengan tahun 2018 investasi dari Taiwan di Batam terdapat 16 projek dengan nilai investasi 44,154 juta USD.

Baca Juga :  STAI MU Gencar Sosialisasikan Pentingnya Bahasa Inggris

Dengan nilai investasi itu, dapat menyerap tenaga kerja lokal sekitar 2000 pekerja. Dimana, pada semester I tahun 2019 telah masuk investasi baru dari Taiwan.

”Dari perusahaan Pegatron sebesar 40 juta USD yang akan membuka lapangan kerja sebesar 1.800 tenaga kerja lokal,” ujar Ferdiana.

Sementara Kepala KDEI, Didi Sumedi di Taipe dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia perlu memanfaatkan kesempatan dengan adanya trade war (perang dagang) antara Cina dan Amerika, yang berakibat adanya rencana relokasi usaha industri yang beroperasi di Cina hendak keluar dari negara itu (Cina).

”Berinvestasi di Indonesia tidak hanya berpeluang memasuki pasar Indonesia sebesar 270 juta jiwa tetapi juga berpeluang untuk memasuki pasar sebesar 4,7 miliar,” jelasnya.

Disebutkannya, dengan adanya perjanjian bilateral dengan beberapa negara seperti India, Cina, Pakistan, Chili, dll maupun dengan ASEAN meningkatkan jumlah market. ”Dengan total market capital sebesar 47,7 triliun USD, merupakan 50% dari GDP dunia,” katanya.

Baca Juga :  Kontrol Pelaksanaan Program, Tim Wasrik Datangi Makorem

Direktur Promosi dan Humas BP Batam Dendi Gustinandar mengapresiasi atas pelaksanaan investment business forum tersebut.

Ia menyatakan hasil forum itu mendapat respon yang positif dari salah satu asosiasi di Taiwan di bidang Electrical & Electronic, dan berjanji membawa rombongan pengusaha Taiwan berkunjung ke Batam pada awal bulan September tahun ini.

”Hasil pertemuan one on one dengan perusahaan terbesar di Taiwan penghasil produk smart devices juga tertarik menanamkan modalnya di Batam dan akan melakukan kunjungan ke Batam untuk melihat secara langsung iklim investasi di Batam,” imbuhnya.

Ia pun meyakini pihaknya optimis jika terealisasi investasinya di Batam akan mendorong perekonomian Batam semakin bergairah sehingga pertumbuhan ekonomi di Batam diharapkan dapat kembali melebihi pertumbuhan ekonomi nasional seperti yang pernah dicapai di masa lalu.(MARTUA BUTAR BUTAR)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here