Investor Wajib Bangun Hotel di Hang Nadim

0
550
AKTIVITAS di Bandara Hang Nadim Batam makin sibuk. Bandara ini akan dikelola swasta dan dibangun hotel. f-dok/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan prakualifikasi Bandara Hang Nadim Juli 2018. Sebelum mengikuti lelang nantinya, badan usaha atau investor yang berminat mengelola Hang Nadim, harus memperhatikan kewajibannya.

Diantaranya, kewajiban membangun hotel. Selain itu, membangun dan mengembangkan sistem logistik bebas hambatan. Deputi Bidang Perencanana dan Pengembangan BP Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan, pihaknya sudah melakukan market sounding kepada 99 perusahaan lokal dan asing. Jumlah peminat investor lokal dan asing sebanyak 17 investor. ”BP Batam berencana untuk memulai proses pengadaan dengan menerbitkan dokumen prakualifikasi Juli 2018,” katanya.

Diungkapkannya, sebelum ikut prakualifikasi, badan usaha atau investor harus memahami tanggungjawabnya. Dimana, mitra BP Batam untuk mengelola dan membangun Hang Nadim nanti, harus mengembangkan dan mengelola ekosistem logistik bebas hambatan yang berfungsi dengan baik.
Nantinya itu berpusat di bandara dengan mengembangkan fasilitas inventaris non residen. ”Tapi investor punya tanggung jawab mengembangkan fasilitas komersial seperti hotel dan ritel di sebagian lokasi bandara,” tegasnya.

Selain itu, badan usaha mengelola, memelihara, dan mengoperasikan merevitalisasi fasilitas bandara yang ada. Diantaranya, terminal penumpang, membuat terminal penumpang baru, dan merelokasi terminal kargo untuk mengimbangi laju pertumbuhan penumpang dan kargo. ”Bekerja sama dengan BP Batam untuk memperbaharui rencana induk Bandara Hang Nadim,” sambung Angga.

Disebutkannya, saat ini terminal penumpang belum dapat mengimbangi laju pertumbuhan penumpang di Bandara Hang Nadim. Sehingga mengakibatkan antrean yang panjang pada jam sibuk.

International Air Transport Association (IATA) mengestimasi kenaikan penumpang penerbangan global dua kali lipat dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. ”Indonesia diproyeksikan sebagai pasar penerbangan dengan pertumbuhan terbesar ke-4 di dunia,” bebernya.

Diharapkan, dengan swastanisasi pengelolaan Hang Nadim bisa meningkatkan standar operasi Bandara Hang Nadim yang saat ini IATA Level of Service C. ”Sehingga mendapatkan keahlian komersial dan operasional Badan Usaha dalam perencanaan dan pembangunan dengan konsep logistics aerocity. Sekaligus memaksimalkan pendapatan dari pengembangan lahan bandara,” harapnya.

Dengan pengelolaan ke pihak ketiga melalui badan usaha, maka BP Batam melepas beban anggaran untuk Hang Nadim. Di sisi lain, BP Batam akan mendapat pembagian dana dari Hang Nadim. Sehingga, anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk Hang Nadim, bisa digunakan untuk pembangunan lainnya.

”BP akan mendapat dana segar. Nantinya bisa memanfaatkan pendanaan badan usaha untuk implementasi proyek. Mendapatkan value for money,” imbuhnya.

Diyakini dengan pengelolaan kepada pihak ketiga yang sudah punya pengalaman di pengelolaan bandara, maka layanan transportasi diyakini lebih cepat dan handal.

Diharapkan, dapat meningkatkan jadwal penerbangan yang dapat pertumbuhan investasi asing dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

”Itu akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi regional. Diharap akan mendukung rencana BP untuk menjadikan Batam sebagai pusat logistik dan menciptakan peluang baru bagi bisnis e-commerce,” ujarnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here