Investor Wajib Rekrut Tenaga Lokal

0
713
MAKET SMELTER: Kepala DPMPTSP dan Naker Bintan Hasfarizal Handra dan Direktur PT BAI Santoni memperlihatkan maket progres pembangunan smelter Galang Batang, kepada Dewan Nasional KEK pusat, Sabtu (29/7) lalu. f-yendi/tanjungpinang pos

2017, Rencana Investasi Capai 1 Miliar USD

BINTAN – TAHUN 2017 ini, izin prinsip investasi di Kabupaten Bintan mencapai 16 perusahaan perhotelan pariwisata dan industri. Rencana nilai investasi itu mencapai 1 miliar dolar Amerika, atau hampir mencapai Rp 10 triliun. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja (Naker) Bintan Hasfarizal Handra menyebutkan, rata-rata nilai investasi yang masuk ke Bintan itu di atas 50 juta dolar Amerika. Bahkan seperti PT Gallant Lagoi Damai, nilai rencana investasinya sebesar 66 juta dolar Amerika.

”Ini belum termasuk nilai investasi pariwisata di Malang Rapat yang baru melakukan groundbreaking lalu. Ini peluang kerja bagi anak Bintan, untuk mendapat pekerjaan yang layak,” kata Hasfarizal Handra, di sela kunjungan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Dewan Nasional KEK pusat, di smelter Galang Batang, Sabtu (29/7) lalu.

Hasfarizal Handra mengingatkan, perusahaan asing maupun investasi dalam negeri yang menanamkan modal di Bintan, wajib mengutamakan anak lokal (Bintan) dalam perekrutan tenaga kerja. Karena, hal itu sudah komitmen Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri Syam. Seperti di smelter Galang Batang milik PT BAI ini, Hasfarizal menyampaikan, harus mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika merekrut tenaga kerja asing, diberikan untuk bidang yang tidak bisa ditangani oleh anak Bintan. ”Kemudian, harus sesuai ketentuan. Untuk PT BAI, sampai saat ini sudah hampir 1.000 tenaga kerja yang direkrut. Tapi, sebagian tenaga kerja disekolahkan ke luar negeri. Jadi intinya, setiap perusahaan yang ingin penerimaan tenaga kerja, harus lapor kepada kami,” tegas Hasfarizal Handra.

Manager Operasional PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Zurkani Afikri menyampaikan, pihaknya mayoritas merekrut tenaga kerja di sekitar Galang Batang, saat membangun pelabuhan smelter sepanjang 1.000 meter. Saat ini, pelabuhan sudah tinggal finishing. ”Kalau PP penetapan KEK Galang Batang sudah ditandatangani Pak Presiden RI Jokowi, September nanti, kami sudah mulai membangun pabrik pengolahan bahan mineral (smelter) di sini. Saat itu, kami juga perlu tenaga kerja lokal,” ungkap pria yang akrab disapa Zul ini, mewakili Direktur Santoni.(YUDFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here