Ipemi Kota Tanjungpinang Ciptakan 30 Pengusaha Baru

0
767
Pengurus Ipemi: Pengurus Ipemi foto bersama wakil ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sejak kepengurusan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Kota Tanjungpinang dikukuhkan enam bulan lalu, pengurus sudah menciptakan sekitar 30 pengusaha baru.

Ketua Ipemi Kota Tanjungpinang, Sriyana mengatakan, saat ini jumlah pengusaha yang tergabung di Ipemi Kota Tanjungpinang sudah 60 orang.

”Sebelumnya kita hanya 30 orang anggota. Sekarang sudah bertambah 30 pengusaha baru yang kita bina,” ujarnya saat membuka Bazar Aneka kuliner, fashion, handycraft dan cosmetic di Kedai Kopi Sekanak Tanjungunggat, Kamis (12/10).

Ipemi, kata dia, bukan sekedar perkumpulan pengusaha saja, namun mereka bertekad untuk menambah jumlah pengusaha di kota ini. ”Yang penting, mereka mau berusaha dan jujur,” katanya seraya menambahkan bahwa bazar ini akan direncanakan rutin.

Baca Juga :  H Syahrul Ajak Warga Lestarikan Lingkungan

Saat ini, mereka berbuat dulu dan menunjukkan keseriusan untuk menciptakan pengusaha muslimah. Setelah itu baru minta bantuan pemerintah untuk pengembangannya.

”Kita tak mau hadir di satu acara hanya untuk mendapatkan sesuatu. Lebih baik tunjukkan dulu kinerja, baru minta bantuan nanti,” bebernya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga yang hadir saat pembukaan bazar ini mengatakan, dinas terkait harus pro aktif untuk mengembangkan usaha anggota Ipemi.

Soal bantuan dari pemerintah, bisa dibantu. Apalagi, dalam pengawasannya lebih mudah lantaran berbentuk kelompok, bukan perorangan.

”Kalau bentuk kelompok, sesama mereka ada pengawasan. Pemerintah pun lebih mudah mengawasinya. Beda jika membantu perorangan,” ungkapnya.

Ke depan, kata Ade Angga, pemasaran, pengepakan produk-produk yang dibuat anggota Ipemi harus terus ditingkatkan. Produk yang dihasilkan pun nanti harus bisa masuk ke daerah lain termasuk ke luar negeri. Hj Ismiyati, Pembina Ipemi Provinsi Kepri mengatakan, semakin banyak produk yang dihasilkan anggota Ipemi Kota Tanjungpinang, maka persaingannya akan makin ketat juga.

Baca Juga :  Naluri Tempur Prajurit Terus Diasah

Karena itu, produk mereka harus dipasarkan ke luar negeri atau ke daerah lain. Dinas terkait harus melihat kebutuhan mereka. Misalnya, ada produk yang hanya bertahan satu atau dua hari. Tanpa bahan pengawet, produk mereka bisa tahan sampai seminggu.

”Para pengusaha ini harus dilatih cara mem-packing produk mereka agar bisa tahan lama. Misalnya dijual ke daerah lain atau keluar negeri, bisa lebih tahan lama,” jelasnya.

Kemudian, Dinas Pariwisata juga harus membantu mempromosikan produk mereka ke turis atau wisman. Hendaknya dibuat paket perjalanan, oleh-oleh, dan makanan khas Tanjungpinang. ”Sehingga, ketika orang datang ke Tanjungpinang, tidak akan lengkap sebelum menikmati jajanan atau oleh-oleh di sini,” bebernya.

Baca Juga :  Bright Gas 5,5 Kg Tak Laku

Di bazar itu, berbagai produk rumahan anggota Ipemi dipasarkan. Beragam jenis kue, makanan ringan, kosmetik, tanjak, baju dan lainnya menjadi pilihan bagi pembeli. Para tamu undangan yang hadir saat itu pun banyak yang memborong dagangan mereka. Hadir juga Lurah Tanjungunggat, Said fatahullah. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here