Isdianto Bantu Bayar Uang Kuliah Yeni ke UMRAH

0
766
Wakil Gubernur Kepri, Isdianto berbinvang bersama Yuli dan anaknya Yeni terkait beasiswa kuliah.

TANJUNGPINANG – Salah satu mahasiswi dari keluarga tak mampu, Yeni akhirnya bisa kuliah di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Ini sebuah tiket impian bagi Yeni dari H Isdianto, Wakil Gubernur Kepri.

Setelah lulus masuk peguruan tinggi tersebut melalui SNMPTN. Haru bercampur bahagia tampak jelas di wajah Yeni Oktavia yang ditemani ibu kandungnya Yuli Rannua (43) pagi itu, Jumat (20/7).

Berulangkali Yeni dan ibunya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Kepri H Isdianto yang berdiri tepat dihadapannya. Dengan mata yang berkaca-kaca, juga kepada belasan wartawan yang mengelilinginya.

Hari itu Yeni kesempatan dari Wakil Gubernur Kepri untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri UMRAH yang hampir saja pupus karena ibunya tidak mampu membayar uang kuliah sebesar Rp2,4 juta.

Baca Juga :  STAI Miftahul Ulum Sebar Mahasiswa KKN

”Terima kasih Bapak Wakil Gubernur, terima kasih kepada bapak-bapak wartawan. Saya bersyukur akhirnya mimpi anak saya untuk kuliah di UMRAH bisa terwujud,” kata Yuli, ibu kandung Yeni pagi itu.

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto pun tersenyum senang melihat dua wanita yang menjadi tamunya hari itu terlihat bahagia.

Isdianto berharap agar Yeni kuliah dengan sungguh-sungguh di UMRAH dan bisa sukses dalam meraih impiannya di kemudian hari.

Apa yang dia berikan, kata Isdianto, hanya merupakan tiket awal. Selanjutnya Yeni lah yang menentukan nasibnya sendiri.

”Belajarlah yang sungguh-sungguh. Raih mimpi itu dengan sungguh-sungguh. Karena masa depan kamu bukan orang lain yang menentukan, tapi kamu sendiri,” kata Isdianto sambil menepuk pelan pundak Yeni.

Adik dari mendiang H Muhammad Sani ini juga berterimakasih kepada para media yang sudah menjalankan perannya dengan baik. Menurutnya, jika tidak ada media yang mengekspose, kasus Yeni ini tidak pernah akan sampai kepadanya.

Baca Juga :  Pulang Kampung, 61 Mahasiswa Anambas Karantina Mandiri

”Mari kita membangun Kepri ini secara bersama-sama sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Syukur Alhamdulillah teman-teman media sudah melakukannya dengan baik,” kata Isdianto.

Diketahui bahwa Yuli, ibu kandung Yeni merupakan janda dengan 4 orang anak. Suaminya meninggal dunia sejak 9 tahun silam. Mereka tinggal di rumah peninggalan suaminya.

Sedangkan untuk menghidupi anak-anaknya, Yuli yang tinggal di Perumahan Graha Indonusa Permai Blok B nomor 9, Kecamatan Tanjungpinang ini kesehariannya menjadi buruh cuci dan ngojek di kompleks perumahannya. Menurut Yuli, hasil yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Setelah tamat SMA, Yeni anak kedua Yuli itu pun kemudian punya mimpi untuk mengubah nasib keluarganya. Caranya dengan menempuh jalur pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga :  2.897 Peserta Ikuti UTBK-SBMPTN Tahap 1 dan 2

Sebelumnya, Yeni mendaftar dan dinyatakan lulus menerima Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) tahun 2018.

Hanya saja, saat melakukan registrasi ulang ke Kampus UMRAH, ternyata Tim Penerimaan Bidikmisi SNMPTN UMRAH meminta Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2,4 Juta.
Sementara orang tua Yeni tidak memiliki uang sebanyak itu.

Jika uang itu tidak dipenuhi maka pupuslah impian Yeni untuk kuliah dalam upaya mengubah nasib keluarganya. “Kami bersyukur kini Yeni bisa kuliah,” tutur Yuli.(mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here