Isdianto Ingin Kepri Nomor 1

0
89
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto bersam anggota DPR RI membahas berbagai persoalan di Kepri di Gedung Graha Kepri Batam, Rabu (12/12). f-ISTIMEWA/humas pemprov kepri

Penyumbang Devisa untuk Negara dari Sektor Pariwisata

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto mengatakan, Pemprov Kepri dan tujuh pemkab/pemko bertekad menjadikan Kepri nomor satu menjadi penyumbang devisa untuk negara.

BATAM – KARENA itu, pemerintahan daerah di Kepri terus memperkuat industri pariwisata. Kabupaten-kota di Kepri juga terus berbenah dalam membangun industri pariwisata.

Pemprov berharap dukungan pusat memberikan dukungan infrastruktur dan regulasi yang memudahkan.

”Dukungan pusat sangat penting. Terlebih regulasi, sehingga ada kepastian dan percepatan urusan perizinan. Juga untuk masuknya wisatawan di berbagai pelosok Kepri yang menjadi tujuan wisata,” kata Isdianto saat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI di Gedung Graha Kepri Batam, Rabu (12/12).

Untuk memperkuat industri pariwisata, kata Isdianto, sejumlah iven diselenggarakan berbagai pelaku pariwisata. Termasuk oleh pemerintah. Iven yang dselenggarakan sangat beragam dan diyakini menggugah minat wisatawan untuk menyaksikannya.

”Kepri sedang berbenah untuk turut membantu pemerintah dengan menyumbangkan devisa dari wisata. Kepri tidak hanya ingin menjadi penyumbang nomor tiga. Kami ingin menjadi nomor satu yang menyumbangkan devisa melalui pariwisata di Indonesia,” tekad Isdianto.

Isdianto optimis dengan perkembangan dan kemajuan pariwisata Kepri. Posisinya yang strategi dan berbatasan dengan sejumlah negara, sangat mendukung masuknya banyak wisatawan mancanegara ke Kepri.

Menurut Isdianto, pariwisata merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati. Berbeda dengan bisnis yang berasal dari sumber daya alam dan ada masa habisnya. Karenanya dia ingin tiap kabupaten/kota punya kawasan pariwisata khusus.

Tidak hanya sektor pariwisata, Kepri pun terus mengembangkan sektor industri. Dimana kita punya rencana besar mengembangkan industri khusunya di luar Pulau Batam. Dalam hal ini kita ingin mengembangkan ke ibukota yakni Kota Tanjungpinang dan juga Kabupaten Bintan.

Salah satunya adalah, membangun segera Jembatan Batam-Bintan (Babin). Yang mana jembatan ini telah masuk dalam Program Prioritas Nasional (PSN) dan akan segera direalisasikan.

Juga dengan pengembangan kawasan Tanjung Sauh hingga perbaikan fasilitas pelabuhan hingga bandar udara.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Juliari P Batubara menjelaskan, kunjungannya ke Kepri dalam rangka mengawasi hubungan antara Provinsi Kepri dengan negara tetangga.

Yang mana hubungan tersebut masih diperlukan dukungan pusat baik regulasi maupun sarana dan prasaran fisik pendukung. Banyak potensi antar negara yang ada di Kepri masih memerlukan perhatian semua. Padahal bila potensi tersebut bisa dimaksimalkan, maka akan memberikan keuntungan bagi Kepri khususnya dan juga negara.

Beruntung BKAP terdiri dari lintas fraksi dan komisi, mudah-mudahan akan memberikan rekomendasi maksimal atas persoalan yang ada di Kepri ini.

Turut mendampingi perwakilan Pemko Batam Yusfa Hendri, Kadis Perindag Kepri Burhanusin, Kadis Kebudayaan Yatim Mustafa, Karo Kesra Tarmidi, Kadis Pariwisata Buralimar dan Kadis Kominfo Zulhendri.

Saat ini, Kepri menjadi pintu masuk turis terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Kepri bertambah setiap tahun. Ada empat pintu masuk turis ke Kepri yakni, Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang.

Kini, semua daerah di Kepri berlomba-lomba menjadikan daerahnya menjadi kawasan tujuan wisata dengan mengandalkan keindahan pantai masing-masing daerah. Anambas salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata baru terutama pantai Padang Melang dan Pulau Bawah.(MRTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here