Iskandarsyah Kecewa Keputusan Syahrul

0
522
Iskandarsyah menyalamin anak-anak bersama H Syahrul di salah satu acara belum lama ini. F-isimewa

TANJUNGPINANG – Anggota Dewan Provinsi Kepri Iskandarsyah merasa kecewa ditinggalkan Syahrul yang emilih maju berpasangand engan Rahma. Wakil Walikota Tanjungpinang, H Syahrul memilih Rahma yang merupakan anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi PDIP sebagai pasangannya untuk maju di Pilkada Kota Tanjungpinang.

”Meskipun merasa kecewa, saya legowo dan menghargai keputusan politik Pak Syahrul. Tapi, menurut saya ini aneh saja,” kata Iskandarsyah kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (5/1).

Politisi PKS Kepri ini mengaku, selama ini PKS selalu diajak untuk membahas strategi politik untuk memenangkan Pilwako Tanjungpinang. Sepengetahuan PKS, Syahrul diduetkan dengan Ade Angga. Namun, Angga mengundurkan diri dengan alasan yang juga tidak diketahui secara jelas. Syahrul tiba-tiba meminang Rahma dengan dikuatkan dari surat rekomendasi DPP Partai Gerindra sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang 2018.
”Ini yang menurut saya itu aneh aja,” tegas dia.

Menurutnya, PKS salah satu partai politik (paprol) yang sudah lama memiliki hubungan baik dengan Partai Gerindra. Hubungan baik itu terjalin di tingkat DPP hingga ke daerah termasuk di Kota Tanjungpinang.

“Sehingga dua parpol ini membangun koalisi yang diberi nama Koalisi Setara. Koalisi Setara dibangun di Hotel Bintan Beach Resort (BBR) berada di Jalan Pantai Impian Tanjungpinang di tahun 2017 lalu,” sebutnya.

Bahkan, kata Iskandar, saat deklarasi koalisi, kedua petinggi parpol tersebut hadir dan langsung menandatangani MoU, yang disaksikan para kader PKS dan Partai Gerindra. Ada Ketua DPD PKS Kota Tanjungpinang, Alfin M Nur dan Ketua DPC Gerindra Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah, yang semua ini didampingi dengan sekretaris hingga kader partainya.

Inti di dalam MoU tersebut, masing-masing partai mengusulkan nama kadernya untuk sebagai calon Walikota maupun Wakil Walikota Tanjungpinang 2018 ini. Artinya, kedua parpol tersebut sudah memiliki kesepakatan bersama.

”Jangan-jangan Pak Syahrul tidak tahu isi dari MoU itu. Atau bisa jadi, Pak Syahrul tidak tahu ada MoU yang sudah dilakukan antara PKS dan Partai Gerindra pada saat deklarasi Koalisi Setara,” ucap Iskandar.

PKS yang selama ini bergabung dengan Gerindra dalam Koalisi Setara menjadi partai yang kecewa atas keputusan Syahrul. Keputusan Syahrul sebagai Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri disayangkan oleh PKS. ”Sebagai institusi, PKS menyayangkan sikap Pak Syahrul menggandeng Bu Rahma,” ucap dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here