Ismeth Beri Masukan ke Nurdin

0
859
SAPA MASYARAKAT: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyapa masyarakat saat meninggalkan Pulau Selat Nenek Karimun, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

Terkait Memburuknya Ekonomi Kepri

TANJUNGPINANG – Banyak faktor yang menyebabkan ekonomi Kepri terpuruk dua triwulan ini. Salah satunya karena tidak adanya kekompakan. Hal ini disampaikan gubernur Kepri pertama, H Ismeth Abdullah. Hanya saja, Ismeth tidak menjelaskan lebih detail siapa saja yang tidak kompak di Kepri ini.

Namun, setidaknya pesan mantan tokoh pembangunan Provinsi Kepri ini harus didengar semua pihak jika ingin ekonomi Kepri membaik ke depan. Ismeth juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Provinsi Kepri saat ini. Di usianya yang sudah menginjak 15 tahun, seyogyanya sudah banyak pembangunan yang pesat dilakukan. Hal itu salah satu faktor mendorong kemakmuran ekonomi di masa mendatang.

”Saya kalau diminta diberi masukan, akan saya sampaikan. Usulan yang mujarab yang bisa membangkitkan pertumbuhan itu kembali,” terang Ismeth saat menghadiri Malam Ramah Tamah Hari Jadi Provinsi Kepri ke-15 tahun, di pelataran Gedung Daerah, Tapilaut Tanjungpinang, Sabtu (30/9) malam.

Pria yang juga anggota Dewan Pertimbangan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang itu menilai, saat ini sudah lima belas tahun Provinsi Kepri berdiri, hanya saja masih ada kelemahannya salah satu misalnya kurang kekompakan.

Baca Juga :  Kini, Tak Punya Kuasa Lagi di Laut

”Kepri ini punya peluang besar, hanya saja satu yang masih jadi kelemahan kita, kita perlu kompak semua, karena peluang itu ada di Kepri,” sarannya.

Hal itu salah satu yang menjadi lemahnya pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini. Ia menceritakan, meskipun waktunya banyak dihabiskan di Jakarta, namun dirinya masih terus memantau pertumbuhan Kepri sejak dirinya tak lagi menjabat sebagai Gubernur.

”Kepri itu punya peluang besar, apalagi kita bertetangga dengan negara Singapura, Malaysia. Manfaatkan peluang itu, kalau tempat lain bisa kenapa Kepri tidak bisa,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan, lewat sektor pariwisata misalnya, Kepri itu sangat majemuk keunggulan pariwisatanya. Pantainya yang cukup indah, masyarakatnya juga sangat ramah, santun dan sebagainya.  ”Kepri punya peluang itu, asalkan kita mau bekerja sama,” sarannya.

Pengamat Ekonomi Kepri Rafki Rasyid, menambahkan, terkait pertumbuhan ekonomi Kepri yang sempat merosot hingga 1,52 persen di triwulan pertama. Ia menyarankan, pemerintah bisa memperbaiki masalah itu asalkan bisa memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

Baca Juga :  Polisi Masih Selidiki Pemicu Kebakaran

Misalnya menarik investor, mendorong konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi oleh perusahaan dan ekspor bersih. Selain mengandalkan APBD tentu saja pemerintah harus bisa memberikan insentif tambahan agar investasi dan belanja rumah tangga meningkat.

”Misalnya dengan cara memotong tarif dan pajak daerah serta mencegah bertambahnya biaya hidup masyarakat,” sarannya.

Belum lama ini, Pemprov baru saja menyetujui tarif daya listrik baru di Kota Batam. Tentunya juga, kebijakan ini berdampak kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi Kepri. Karena masyarakat dipastikan akan menahan diri untuk belanja akibat beban hidup yang bertambah.

Rafki menyarankan, sepakat dengan mantan Gubernur Ismeth bahwa sektor pariwisata di setiap wilayah harus tetap di genjot. Kepri dikenal dengan eksotis pantai dan pulau yang bersaing dengan provinsi kepulauan lainnya. Hanya saja sektor maritim ini, menurut dia belum tergarap dengan maksimal.

”Karena sektor ini punya potensi yang sangat besar, bukan tidak mungkin mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bioskop Tak Ada, Warga Tak Bisa Nonton

Di samping itu juga, Rafki menyorot kehadiran Badan Pengusahan (BP) Batam, yang harus bekerja lebih keras ke depan untuk menarik investor baru datang ke Kota Batam.

”Kita tahu bahwa sebagian besar pertumbuhan ekonomi disumbang oleh bisnis yang ada di Kota Batam. Jika pertumbuhan ekonomi Batam melambat maka BP Batam selaku pihak yang bertanggungjawab terhadap investasi harus mengambil upaya bagaimana meningkatkan kinerjanya di semester kedua ini,” jelasnya.

Kata dia, rencana investasi namun yang terealisasi masih relatif kecil. Sehingga kurang terasa dampaknya terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Termasuk juga pemerintah harus bisa menggesa BP kawasan di seluruh Kepri untuk diajak bersinergi. Itu dalam rangka untuk mendatangkan investor dan memacu pertumbuhan ekonomi, paling tidak meningkat 4 persen pada APBD Perubahan 2017 ini. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here