Ismeth Meletak Pembangunan, Sani Menjadikan

0
189
Jembatan Dompak f-istimewa

Perbandingan Pemerintahan Ismeth Sani Vs Sani-Soerya

Tanjungpinang – Provinsi Kepulauan Riau yang mulai beroperasi resmi 2004 setelah berpisah dari Provinsi Riau tahun 2002 melalui undang-undang yang dianggap sedikit luar biasa prosesnya. Sudah tiga gubernur hasil pemilu, dan akan persiapan pilkada keempat tahun 2020 bagaimana perubahan yang dicapai?

Menuju Pulau Dompak membayangkan seperti menuju Putra Jaya dari Kuala Lumpur. Putra Jaya adalah pusat pemerintah baru Malaysia yang sebelumnya dipindahkan dari Kuala Lumpur. Dompak sebenarnya didesain menyerupai Putra Jaya, Malaysia sebagai pusat pemerintahan yang begitu indah dan menjadi pusat pelayanan satu pintu. Namun tidak mudah mewujudkan mimpi tersebut dengan keterbatasan anggaran menyebabkan desain pengembangan Dompak agak lari cari impian awalnya.

Dari Jalan Wiratno, menuju Pulau Dompak atau kantor Gubernur lebih dekat dibandingkan dengan jalur kedua dari melalui Jalan Lintas Timur atau melalui jalur Mall TCC. Tak ayal, jalur lama melalui Dompak Lama agak sepi ketika jembatan yang panjang membentang dari Pulau Dompak menuju kawasan Pantai Impian.

Ismeth Abdullah ketika menjadi gubernur pertama merancang pembangunan pusat pemerintahan tersebut. Termasuk menghubungkan Pulau Dompak dengan daratan Tanjungpinang melalui jembatan jembatan yang membentang panjang.

Bukan hanya jembatan yang dibangun, Ismeth menyatukan pusat pemerintahan dengan masjid yang megah yang diharapkan 3000 an pegawai negeri yang berkantor di Dompak dengan mudah melakukan ibadah saat waktu salat. Tak tangung-tanggung, Ismeth membangun masjid yang begitu besar. Ya, terbesar di Kepri saat ini sebelum masjid Sultan Agung di Batam yang akan mengalahkan Masjid Nur Illahi, Dompak.

Sebagai gubernur pertama dengan anggaran yang tidak terlalu besar, Ismeth Sani mampu meletakkan dasar pembangunan mega proyek yang saat ini bisa dinikmati peninggalan yang berharga bagi masyarakat. Nilai proyek fisik menembus Rp1 triliun lebih yang dikerjakan dengan sistem tahun jamak.

Setidaknya di zaman Ismeh Sani lah, seluruh kantor pemerintahan provinsi dibangun, jalan jalan luas di Pulau Dompak, jembatan jembatan, tata kelola pemerintahan, sistem kinerja pemerintah disiapkan.

”Karena memang waktu itu kita masih meraba-raba. Sehingga Ismeth dengan pengalaman beliau di pemerintahan Otorita Batam bisa meyakinkan kita dalam melaksanakan pembangunan,” ujar Lis Darmansyah, pernah menjadi Ketua Komisi III DPRD Kepri yang membidangi pembangunan.

Dengan anggaran yang tidak mencapai Rp3 triliun, Ismeth dan Sani memberikan harapan bahwa Kepri sebagai provinsi baru menuju pembangunan yang jelas arahnya. Ismeth dan Sani dua nakhoda yang meletakkan dasar pembangunan yang kuat untuk pemerintahan selanjutnya yang ternyata dilanjutkan Muhammad Sani-Soerya Respationo.

Ketika di zaman Ismeth Abdullah sejumlah mega proyek terhenti, maka zaman Sani-Soerya yang melanjutkan penyelesaian pembangunan perkantoran dan kampus UMRAH dan jembatan-jembatan yang kelihatan megah di kawasan Pantai Impian yang nantinya menjadi pusat kebanggan warga Tanjungpinang untuk swa foto ketika menikmati matahari terbenam di ufuk barat. (patria -bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here