ISTEMI dan Lesunya Ekonomi

0
932
Haris Daulay, S.Pi

Oleh: Haris Daulay, S.Pi
Warga Batam/ Pemerhati Sosial  dan Kebijakan Publik di Batam

Belum lama ini lembaga BP Batam meresmikan jejaring pelayanan ISTEMI di Kota Batam. ISTEMI berdasarkan rilis Rumah Sakit BP Batam di salah satu media cetak harian adalah singkatan dari Indonesia ST Elevasi Miokard Infark, sejenis jejaring layanan penanggulangan terhadap pasien yang mengalami kerusakan otot jantung permanen karena insufisiensi aliran darah koroner. Jantung koroner sendiri merupakan penyebab utama kematian di dunia. Kasus serangan jantung di Kota Batam berada pada kisaran 300-400 penderita, namun dari sekian banyak penderita tersebut, yang mampu diselamatkan hanya sekitar 20-30 orang.

Berdasarkan fakta medis inilah kemudian Rumah Sakit BP Batam pada Tahun 2016 menghadirkan alat Cath Lab sebagai suatu layanan penanganan penyakit jantung untuk menekan tingginya angka kematian akibat gagal jantung. Alat Cath Lab atau Kateterisasi jantung dan angiografi adalah suatu layanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung & angiografi untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah untuk selanjutnya dilakukan intervensi non bedah sesuai indikasi secara invasive melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.

Melalui layanan jejaring ISTEMI, BP Batam bersama rumah sakit terkait akan menangani penyakit jantung secara berjenjang dari rumah sakit fasilitas pertama hingga ke Rumah Sakit BP Batam sebagai pengampu dari jejaring layanan tersebut. Gejala ditangani sesuai dengan kondisi penderita. Jika masih ringan, cukuplah sampai di rumah sakit fasilitas pertama. Namun jika sudah akut atau perlu penanganan lanjut, perlulah tindakan Cath Lab untuk mendeteksi, mendiagnosa hingga perlakukan intervensi untuk memulihkan keadaan jantung si penderita. Apa jenis intervensi yang dibutuhkan? Ada Percutaneus Coronary Intervention, Pemasangan pacu jantung, Kardiosintesis, dan Angioplasty perifer. Semuanya tindakan dilakukan untuk membantu jantung tetap berdenyut untuk bisa hidup dan meneruskan kehidupan.

Baca Juga :  Berorganisasi Itu Hak Anak Bangsa

Lalu apa kaitannya dengan lesunya ekonomi?
Industi itu ibarat jantung di Kota Batam. Keberadaannya sangat vital dan harus tetap dijaga agar tidak mengalami gangguan, disfungsi apalagi sampai terhenti. Denyut industri inilah yang selama ini mengalir dan menghidupi sendi-sendi kehidupan dan ekonomi masyarakat Batam. Tapi itu dulu. Sekarang kondisinya serba susah. PHK dimana-mana. Industri galangan tiarap. Industri elektronik mengangap. Selain itu, industri oil dan migas yang menjadi kebanggaan seolah hengkang entah kemana. Itulah fakta industri dan ekonomi di Batam saat ini, denyutnya lesu dan lemah.

Bagaimana jika sendi ekonomi dan industri lemah?
Diperlukan semacam Cath Lab pada ISTEMI tadi untuk mendiagnosa dan kemudian memberikan perlakukan hingga intervensi sesuai dengan kondisi industri dan ekonomi Batam. Apa sudah ada alatnya? Ada. Namanya BP Batam. Lembaga inilah yang mengurus investasi dan sengkarut lahan di Batam. Lalu sudah didiagnosakah kondisinya? Entahlah. Ada yang bilang BP Batam lembaga pemalu. Diundang Gubernur membahas perekonomian di Batam, tapi tak mau. Betul gak ini? Jadi bagaimana dengan peranan BP Batam ini?

Baca Juga :  Sudah Dapat Hati, Malah Minta Jantung

BP Batam awal bulan Juli lalu memang melakukan pertemuan tertutup dengan Walikota Batam. Teman-teman kuli tinta serentak memburu berita tersebut untuk diterbitkan esok harinya. Masyarakat Kota Batam juga turut menggunjing positif pertemuan tersebut diberbagai lini masa sosial media. Dalam pertemuan tertutup nan singkat tersebut ada pengakuan dan keprihatinan bahwa kondisi ekonomi Batam mengkhawatirkan. Disepakati bahwa akan dibentuk tim bersama Pemko Batam-BP Batam sebagai langkah penanggulangan hingga intervensi perbaikan ekonomi masyarakat. Tidak tanggung rasa kagum saya waktu itu. Sudah lama masyarakat yang lemah ini menunggu tindaklanjut nestapa yang bernama lesunya ekonomi ini.

Namun harapan akan perbaikan ekonomi dan industri di Batam nampaknya tidak bertahan lama. Dua bulan setelah pertemuan yang membuat masyarakat Batam terkesiap tersebut belum menunjukkan hasil sebagaimana harapan masyarakat. Tim bersama yang ditunggu-tunggu masyarakat Batam tidak jelas ujung belangnya. Belum juga kering isu pembentukan tim bersama ini, sudah pun guncang rusuk melihat opini yang beredar menempatkan Kepala BP Batam, Hatanto sebagai public enemy. Banyak pihak menudingnya kurang bersahabat dengan pengusaha. Kurang wellcome dengan teman-teman para kuli berita. Kurang komunikasi dan koordinasi dengan kepala lembaga lainnya. Jadi apa yang tersisa? Hanya kehendak penguasa.

Baca Juga :  Kandidat, Gagasan dan Pemilukada Tanjungpinang

Ada 200 ribu lebih rakyat jelata saat ini menganggur membentang duka tergilas lesunya ekonomi. Jika masing-masing dari mereka menanggung beban hidup 1 orang, sudah 400 ribu jiwa. Jika menanggung 2 maka sudah 600 ribu jiwa masyarakat Batam mendengus nafas dalam pusaran kabut ekonomi yang tak berpihak ini. Banggakah tuan duduk di kursi itu? Sanggupkah ?

Kemanakah rakyat jelata ini sesenggukan mengadukan nasib ketidakpastian ekonomi ini? Kebutuhan pokok, tagihan listrik, air dan biaya pendidikan membuat masyarakat sewaktu-waktu terkena serangan jantung. Adakah Jejaring ISTEMI sebagai respon lesunya ekonomi? Menangani lemah jantung masyarakat karena lesunya ekonomi.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here