Istilah Sekolah Favorit Harus Dihilangkan

0
548

TANJUNGPINANG – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rakyat Indonesia (RI) menegaskan pemerintah seluruh provinsi sampai kabupaten/kota supaya dapat mencegah asumsi wali murid bahwa saat ini masih ada sekolah favorit.

Kepada Tanjungpinang Pos, anggota Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, menegaskan terkait adanya asumsi sekolah favorit dan tidak favorit di tengah masyarakat, dari dulu sampai saat ini tidak berlaku bagi.

Saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), biasanya tanggapan orang tua selalu menyebutkan masih ada sekolah favorit dan tidak favorit. ”Sebenarnya asumsi itu dari dulu sampai sekarang ini tidak ada. Bahkan semua sedang disamaratakan. Artinya ini tinggal konsisten daripada pemangku kepentingan, pemangku kebijakan, terutama kepala sekolah, dalam mengutamakan siswa berbasis lingkungan,” jelasnya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Pengumuman Kelulusan SMP Diundur

Tak hanya itu, Sutan juga menambahkan, persoalan PPDB di setiap daerah ini selanjutnya harus diatasi secara pelan-pelan. Karena menurut dia, timbulnya persepsi seperti ini bisa jadi karena letaknya di perkotaan kemudian dianggap sekolah favorit. ”Bahkan kami minta untuk menyegerakan proses penerapan kurikulum 2013 (K13) cepat selesai di seluruh dan semua sekolah,” timpalnya menegaskan.

Bahkan kata dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan, tidak boleh lagi ada sekolah favorit atau tidak favorit dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018.

Baca Juga :  Pelajar MTs Cuci Kaki Orangtua

Dia juga meminta orangtua murid untuk tidak lagi berpikir tentang favorit atau tidak sekolah tersebut. Untuk orangtua yang anaknya tidak masuk sekolah yang mereka anggap favorit, tidak perlu khawatir karena dia yakin sekolah itu nantinya akan menjadi sekolah favorit dalam beberapa tahun mendatang. Ia berharap, masyarakat bisa memahami kebijakan tersebut untuk kepentingan yang lebih besar. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here