Izin Selesai, Amfibi Masuk Pulau Bawah

0
1127
KAPAL MEWAH: Kapal feri wisata sedang labuh jangkar di resor Pulau Bawah. f-istimewa

Diklaim Pertama di Indonesia untuk Layani Turis 

Turis yang hendak berlibur ke Pulau Bawah Anambas akan dilayani menggunakan pesawat amfibi. Layanan ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia turis naik pesawat amfibi ke pulau-pulau terpencil.

ANAMBAS – Jika tak ada halangan, maka secara resmi pesawat amfibi melayani turis dari Bandara Hang Nadim Batam ke Pulau Bawah, tanggal 31 Juli nanti.

Kabid Angkutan dan Perhubungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Tri Musa mengatakan, izin pendaratan pesawat amfibi di Pulau Bawah sudah ada dari Dirjend Perhubungan Kementerian RI. ”Saya lupa nomor berapa ya. Tapi izin itu sudah keluar,” ujar Tri Musa kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, jika amfibi sudah masuk ke Pulau Bawah, ini merupakan kemajuan bidang perhubungan di Kepri. Sebab, ini pertama kalinya transportasi ke pulau-pulau kecil dimasuki pesawat amfibi. H Sulasro, salah satu Direktur PT Pulau Bawah mengatakan, untuk daerah lain di Indonesia, pesawat seperti ini sudah ada. Namun, sifatnya untuk penumpang biasa.

”Tapi, kalau khusus turis, baru ini pertama kali di Indonesia dilayani pesawat amfibi. Pulau-pulau terpencil di Kepri sudah dikunjungi turis dan dilayani amfibi,” ujarnya via ponselnya, kemarin.

Untuk saat ini, pesawat amfibi belum masuk ke Pulau Bawah. Namun izin pendaratan di air (water base aerodrome) sudah keluar. ”Kalau itu, manajemen Pulau Bawah yang mengurus dan sudah keluar izinnya dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pengusaha Tolak KEK, Pilih FTZ

Izin pendaratan diurus pihak manajemen Pulau Bawah lantaran pesawat ini nanti akan mendarat di wilayah mereka. Pesawat ini juga akan menginap di sana. ”Makanya kita yang urus izinnya,” bebernya.

Sedangkan izin penerbangan pesawat itu, izinnya akan diurus perusahaan Air Borne, salah satu perusahaan milik Amerika Serikat yang memang hadir di berbagai negara.

Manajemen Pulau Bawah kerja sama dengan pihak Air Borne. ”Kami carter pesawatnya satu tahun. Sama lah kalau kita sewa mobil setahun barapa. Ini juga kita sewa pesawatnya milik Air Borne,” tambahnya.

Untuk sementara ini, manajemen Pulau Bawah hanya mencarter satu unit pesawat dari Air Borne. Jika turis yang mau berkunjung ke sana meningkat, maka tidak tertutup kemungkinan pesawat yang disewa akan ditambah.

Saat ini, pesawat amfibi tersebut sudah ada di Bandara Halim Jakarta dan sedang proses pemasangan roda agar bisa mendarat di bandara dan di laut. Pesawat ini dirancang untuk bisa mendarat di darat dan di laut. Namun sebelum melayani turis Batam-Pulau Bawah, maka harus dilakukan penerbangan percobaan (test flight).

Baca Juga :  Peran FKUB Makin Besar, Siapkan Anggarannya

”Saya belum tahu apakah sudah test flight atau tidak. Karena harus test dulu, bagaimana kondisi pesawat saat mendarat di daerah keras (darat) dan perairan. Mungkin akan test juga nanti di daerah lain,” tambahnya.

Pesawat ini maksimal bisa membawa penumpang 16 orang. Namun, jika barang penumpang banyak, maksimal penumpangnya 12 orang saja.
Jika turis yang mau masuk cukup banyak, mereka akan dibawa beberapa kali. ”Pesawatnya akan bolak-balik,” ungkapnya.

Sejak dibuka Mei lalu, sejumlah turis sudah mulai menikmati keindahan Pulau Bawah. Manajemen Pulau Bawah mencarter pesawat Susi Air dan membawa turis dari Bandara Hang Nadim Batam ke Bandara Letung, Anambas.

Kemudian, dari Bandara Letung, turis dibawa naik kapal menuju Pulau Bawah. Pihak manajemen Pulau Bawah sendiri sudah menyediakan kapal dari Letung ke Pulau Bawah. Adapun kapasitas penumpang Susi Air carteran tersebut 8 orang. Namun, pihak manajemen Pulau Bawah menginginkan jarak tempuh turis makin dekat dan tidak bersambung. Karena itulah, pesawat amfibi dicarter agar Batam-Pulau Bawah bisa langsung (direct) tanpa transit lagi.

Ia mengatakan, untuk melestarikan pulau-pulau kecil dan menjaga keindahan alam serta keasrian lautnya, maka pengembangan pulau itu harus dijaga. Ekosistemnya jangan sampai rusak. Karena itulah, untuk pulau-pulau kecil, transportasinya tidak perlu harus membangun bandara yang butuh biaya besar dan lahan luas. Cukup dilayani dengan pesawat amfibi agar lingkungannya tetap terjaga.

Baca Juga :  Investor Jepang Lirik Perikanan di Natuna

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri Buralimar mengatakan, turis yang akan ke Pulau Bawah nantinya akan dilayani pesawat amfibi. Ini salah satu kelebihan Pulau Bawah ke depannya. Pulau Bawah ini menjadi harapan baru bagi dunia pariwisata Kepri. Apalagi tahun ini, Kepri ditargetkan menjadi pintu masuk 3 juta turis.

Sekedar diketahui, sebuah pesawat amfibi adalah pesawat yang bisa lepas landas dan mendarat di darat dan air. Beberapa amfibi dilengkapi dengan keels bertulang yang bertindak sebagai skiis, yang memungkinkan mereka untuk mendarat di salju atau es dengan roda mereka dan yang dijuluki tri-phibians.

Sebuah pesawat amfibi adalah pesawat yang memiliki kemampuan sekaligus sebagai pesawat amfibi tetapi juga untuk beroperasi dari landasan seperti pesawat konvensional. Hal ini dicapai dengan menggunakan pelampung atau lambung untuk penggunaan bawah air, dikombinasikan dengan landing gear untuk digunakan di darat.(ANAMBAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here