Jadi Tahanan Rumah, Ancaman Hukumannya Rendah

0
723
Sidang dakwaan: Ahui saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang dengan agenda mendengar dakwaan jaksa beberapa waktu lalu. f-reymon/tanjungpinang pos

Melihat Proses Hukum Bos Beras Oplosan

Kasus pengoplosan beras di Tanjungpinang yang merugikan Ribuan warga serta negara, ternyata penanganan hukumnya sangat berbeda dengan pelaku pencurian, di minimarket. Jika pencurian di minimarket korbannya hanya satu pengusaha, namun pelakunya langsung ditahan. Berbeda dengan penanganan kasus beras oplosan yang dilakukan pengusaha yang merugikan ribuan warga di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Nama Tjeng Hui alias Ahui tiba-tiba menjadi lebih tersohor belakangan ini. Bos swalayan Pinang Lestari batu 9 ini berurusan dengan hukum karena diduga mengoplos beras Bulog dengan beras lain, lalu dijual dengan harga beras premium di swalayannya. Ahui sudah lama berbisnis beras dan sudah lama pula punya gudang beras.

Gudangnya ini selalu tertutup bagi orang umum sejak bertahun-tahun lalu. Namun, dari dakwaan jaksa, Tjeng Hui melakukan bisnis beras dengan cara ”culas” ini baru ia lakukan sejak Juli 2017. Sementara, kasusnya terungkap pada 9 September 2019. Artinya, penyuntut menyebut terdakwa baru melakukan binis oplosan beras selama 3 bulan.

Dalam sidang pertama di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (21/11) lalu, Tjeng Hui dihadirkan di persidangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Trianto dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa sudah mempunyai stok beras untuk diperdagangkan di Minimarket Pinang Lestari yang disimpan di Gudangnya di Jalan Sumber Karya. Beras itu merk Beras Kita yang diperoleh dari Perum Bulog dan beras merek Super Roda Mas yang diproduksi oleh Berasindo Raya.

Masih dalam dakwaan jaksa, terdakwa Ahui memerintahkan karyawannya yang bekerja di bagian gudang untuk mencapur beras bulog merk Beras Kita dengan beras Super Roda Mas yang diproduksi oleh Berasindo Raya.

”Beras yang sudah didicampur tersebut lalu dimasukkan ke dalam Kantong Plastik dengan ukuran 5 kg, lalu kantong plastik yang berisikan beras campuran tersebut diberi nama Bulog Premium 5 Kg,” katanya.

Ricky. Terdakwa, kata jaksa dipersidangan, tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang untuk mengoplos atau mencampur beras merek Beras Kita yang dikemas oleh Perum Bulog dan beras Super Roda Mas itu.

Karena kesalahan itu terdakwa dijerat pasal 139 Jo Pasal 84 ayat (1) UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan dan atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Setelah jaksa membacakan dakwaan, majelis hakim yang dipimpin Santonius Tambunan langsung menunda persidangan satu minggu ke depan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Santonius menyebutkan, terdakwa dikenakan tahanan rumah. Artinya, terdakwa tidak perlu ditahan di sel tahanan Rutan, namun cukup berada di rumah terdakwa saja, namun tidak boleh keluar dari rumah tanpa sepengetahuan dari Jaksa dan Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

”Penahanan rumah terhadap terdakwa ini mengikuti dari penuntut umum yang sebelumnya melimpahkan berkas dan terdakwa dengan penahanan rumah,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada perlakuan berbeda dengan tahanan lainya, Pengadilan Tanjungpinang memberikan tahan rumah atau kota bukan pada perkara ini saja ada beberapa perkara yang dilakukan hal sama seperti pada perkara lalu lintas dikenakan dengan tahan kota.

”Terhadap terdakwa ini bukannya tidak ditahan. Dia ditahan dengan tahanan rumah,” tuturnya.

Santonius menuturkan, Majelis Hakim bisa mengubah status tahanan apabila terdakwa mengikari penahanan yang dikeluarklan oleh Pengadilan Negeri dan itu sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dan alasan yang sah.

”Statusnya ditahan, jadi terdakwa tidak ada jaminan baik itu dari uang ataupun perorangan. Dalam kasus JPU menyanggupi setiap persidangan menghadiri terdakwa,” ujarnya.

JPU juga menerima barang bukti 577 karung beras merek Bulog yang bobotnya 50 Kg. Ada 30 bungkus yang bertuliskan Bulog Premium 5 Kg, 873 bungkus beras Bulog Premium 5 Kg yang sudah dioplos dan dikemas, 199 karung berisi beras merek Roda Mas ukuran 50 Kg.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here