Jadikan Statistik Acuan di Pengambilan Keputusan

0
534
Khairul Ikhsan

Oleh: Khairul Ikhsan
Pengurus Himpunan Mahasiswa Kota Batam, Bidang Kerohanian

Sering sekali bidang statistika dapat dianggap sebagai bahasa khusus yang dipakai untuk berkomunikasi. Kekhususan statistika sebagai bahasa tidak berarti bahwa kita harus berkomunikasi secara berbeda, akan tetapi kekhususan yang dimaksud hanya sekedar untuk mendorong agar cara kita berbicara atau menyajikan data lebih tepat dan akurat. Statitstika sebagai bahasa juga memiliki aturan main sebagaimanana bahasa-bahasa lainnya, termasuk kata-kata dan gramatikanya. namun demikian, statistika merupakan bahasa yang terbatas penggunannya. dengan statistika kita hanya mampu membicarakan tentang ciri-ciri atau karakteristik tentang berbagai hal (benda atau sifat) yang sedang kita amati. Sebelum statistika mampu berfungsi sebagai bahasa komunikasi yang baik, ia harus diberikan masukan terlebih dahulu berupa data mentah hasil observasi atau hasil penelitian.

Tempo dulu statistik hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan problem-problem miiliter dan kenegaraan saja seperti: jumlah personel, peralatan persenjataan perang, jumlah tentara yang mati, kekuatan personel musuh, perhitungan banyaknya penduduk, pembayaran pajak, mencatat pegawai yang masuk dan keluar, membayar gaji pegawai dan sebagainya. Namun, di era globalisasi ini hampir semua bidang menggunakan statistik bergantung pada masalah yang dijelaskan oleh nama statistik itu sendiri, misalnya: militer, pendidikan, kedokteran, pertanian, psikologi, administrasi, sosiologi, teknik, hokum, bisnis, ekonomi bahkan politik. Pengertian statistik itu sendiri berasal dari kata state (Yunani) yang artinya negara dan digunakan untuk urusan negara. dari uraian ini dapat dinyatakan bahwa statistic adalah rekapitulasi adari fakta yang berbentuk angka-angka kemudian disusun dalan bentuk table dan diagram yang mendeskripsikan suatu permasalahan. adapun jenis table yang sering digunakan dalam statistik yaitu: tabel biasa, tabel kontingensi dan tabel distribusi frekuensi, sedangkan jenis diagram yaitu: diagram batang, diagram garis atau grafik, diagram lambing, lingkaran, diagram pastel, diagram peta dan diagram pencar.

Statistik bisa digunakan untuk ukuran sebagai wakil dari kelompok fakta misalkan mengenai: nilai rata-rata mahasiswa, rerata produktivitas kerja perusahaan, persentase keberhasilan belajar, ramalan kemampuan mahasiswa memprediksi hasil produksi pertanian dan sebagainya. untuk memperoleh sejumlah informasi yang menjelaskan masalah untuk ditarik kesimpulan yang benar, arus melalui beberapa proses yaitu proses pengumpulan informasi, pengolahan informasi dan proses penarikan kesimpulan. Kesemuanya itu memerlukan pengetahuan sebagai keniscayaan yang selanjutnya para pakar menyebutnya dengan sebutan statistika. Maka dengan ini dapat kita tarik benang merah dari pengertian statistic dan statistika yaitu, statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan fakta, pengolahan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta dan penganalisaan yang dilakukan, sedangkan statistik dipakai untuk ,menyatakan kumpulan fakta yang umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) saat ini, bahwa ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir semua kebijakan publik dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pakar ilmu pengetahuan atau para eksekutif (dalam ruang lingkup mereka) didasarkan metode statistika serta hasil analisis dan interpretasi data baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya statistika dapat digunakan sebagai alat komunikasi, yaitu sebagai penghubung beberapa pihak yang menghasilkan data statistik atau berupa analisis statistik sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengambil keputusan melalui informasi tersebut. Kemudian statisika sebagai alat deskripsi yaitu penyajian data dan mengilustrasikan data. misalnya mengukur hasil produksi, laporan hasil liputan berita, indeks harga konsumen, laporan keuangan tingkat inflasi dan lain sebagainya. Adapun kegunaan statistika yang berikutnya adalah sebagai alat regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu dengan data lainnya untuk mengantisipasi gejala-gejala yang akan datang. berikutnya statistika sebagai alat korelasi, yaitu untuk mencari kuatnya dan besarnya hubungan data dalam suatu penelitian serta yang terakhir statistika dapat digunakan sebagai alat komparasi , yaitu untuk membandingkan data dua kelompok atau lebih.

Kegunaan statistika banyak memperoleh reputasi jelek karena sering berbuat bohong. sebenarnya tidak fair (adil) untuk mengatakan bahwa statistika lebih banyak bohong daripada benarnya. sebab yang bohong disini adalah si pemakainya (statistic user). Statistika hanya sekedar alat mati dan statistika tidakk mungkin berbohong. jadi tergantung kepada si pemakainya, apakah ia menggunakan statistik secara benar dan jujur? atau apakah ia menggunakan statistika hanya untuk memanipulasi data agar tujuannya dapat tercapai dengan mudah secara picik? terserah kepada si pemakainya. Bagi para pemakai statistika perlu dicatat bahwa sring terjadi penggunaan prosedur statistika yang salah sehingga banyak merugikan masyarakat karena pengambilan keputusan berdasarkan hasil statistic yang tidak valid. penggunaan statistika atau beberapa prosedur statistika harus didasarkan kepada sifat data yang tersedia dan masalah yang dihadapinya sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dan dapat dicari solusinya dari hasil rekapitulasi statistik itu tadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here