Jadilah Netizen yang Bijak Bersosial Media

0
121
Vido Jaka Haryantino

Oleh: Vido Jaka Haryantino
Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris

Media sosial di Indonesia berkembang pesat seiring dengan majunya teknologi. Media sosial menjadi santapan semua kalangan, baik yang muda maupun yang tua. Sekarang Teknologi memang sedang terasa berkembang dengan pesatnya. Media sosial merupakan sarana atau aplikasi online yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Bentuknya juga beragam. Ada berupa blog, jejaring sosial, wikipedia, video dan forum. Aplikasi yang lagi mendunia sekarang ini seperti instagram, facebook, dan lain-lain sebagiannya.

Blog, jejaring sosial dan wikipedia merupakan media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Media sosial merupakan bagian dari media komunikasi yang digunakan masyarakat pada jaman modern ini.

Ada miliaran orang yang mengakses media sosial di dunia. Untuk Indonesia perkiraanya sudah mendekati 100 juta sesuai dengan data penggunaan kartu telepon yang diupdate Kemeninfo awal 2018 lalu. Perkembangan teknologi ini tentu akan baik bagi semua orang jika masing-masing bijak bermedia sosial dan menggunakan sarana kemajuan teknologi itu untuk mempromosikan usaha atau hal-hal yang baik lainnya. Sebaliknya, media sosial akan banyak mudaratnya jika digunakan sebagai ajang propaganda, menyebar hoaks atau untuk membuka situs-situs yang tidak ada manfaatnya untuk kita. Masyarakat juga dituntut untuk bisa memilih berita-berita yang bermanfaat untuk dibaca.

Masifnya perkembangan media amsa juga membuat masyarakat Indonesia mudah mendapatkan informasi tentang berbagai hal. Dan hal-hal yang bermanfaat dengan mudah bisa di-sharing di aplikasi atau media sosial yang berbasis internet.

Sayangnya, pesatnya kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan kesiapan regulasi oleh pemerintah. Akibatnya, kejahatan di media sosial dengan mudah terjadi. Penyalahgunaan media sosial untuk hal-hal yang tidak bermanfaat menjadi lebih dominan. Media sosial ini juga membuat budaya asing lebih mudah masuk. Padahal, tidak semua budaya asing itu cocok dengan kita yang menonjolkan budaya timur yang mengedepankan budaya dan adap dalam melakukan rutinitas.

Sebenarnya, di media internet, sangat banyak pengetahuan yang bermanfaat. Siapa saja yang mencari refrensi, akan dengan sangat mudah menemukan bahan yang dicari. Namun, masih sangat sedikit yang menggunakan layanan internet itu untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Justru pengunaan game dan sarana hiburan lain yang jauh lebih menonjol.

Dalam penggunaan media sosial, penggunanya dituntut untuk bijak dan tdiak merugikan orang lain. Pengguna layanan media sosial bisa dengan mudah terjerat hukum yang berlaku di Indonesia. Seperti Undang Undang Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE), terutama pada pasal 27 ayat 3 yang mengancam siapa saja yang dirugikan karena namanya dicemar atau dihujat dimedia sosial.

Ancaman hukumanya cukup tinggi, bisa mencapai 4 tahun dan denda Rp 750 juta. Semua orang memang bebas berpendapat, namun pendapatnya tidak boleh sampai merugikan oranglain tanpa dasar. Yang perlu ditekankan, setiap pengguna media sosial tidak boleh menyebar informasi yang ia dapat, tanpa memverifikasi informasi tersebut, agar tidak terjebak dalam hoaks. Palagi hoaks saat ini wujudnya sangat banyak. Bisa berupa berita, framing bahkan banyak opini yang manfaatkan dengan data-data palsu hingga menjadi hoaks.

Sebagai warna indonesia, sudah waktunya kita bijak bersosial media dan memanfaatkan teknologi dan bukan menjadi korban teknologi. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here