Jadwal KM Bukit Raya Tertunda

0
1040
PELABUHAN Selat Lampa dipadati penumpang yang baru turun dari kapal KM Bukit Raya dari Pontianak Kalimantan Barat yang sempat tertunda pelayarannya karena gelombang tinggi.f-hardiansyah/TANJUNGPINANG POS

Gelombang Tinggi, Syahbandar Larang Kapal Berlayar

Pelayaran kapal penumpang KM Bukit Raya rute Jakarta, Pontianak, Natuna, Anambas, Tanjungpinang dan Jakarta tersendat. Lantaran cuaca di perairan Kalimantan Barat dan Natuna sedang tidak bersahabat.

NATUNA – Kondisi ini membuat kapal milik PT Pelni itu harus lego jangkar selama dua hari lebih di perairan Pontianak, Kalimantan Barat.

Pihak Syahbandar setempat tidak memperkanankannya berlayar menuju Natuna, karena pertimbangan angin kencang dan gelombang tinggi.

”Menurut jadwal, KM Bukit Raya tiba di Natuna tanggal 2 kemarin. Tetapi, kapalnya tak berani berangkat dari Pontianak. Kabarnya, Kamis (3/1) siang ini baru datang. Namun ternyata Jumat siang baru datang,” kata Mawan, salah seorang calon penumpang KM Bukit Raya di Pelabuhan Selat Lampa, Jumat (4/12).

Baca Juga :  Natuna Makin Digemari Yachter Eropa

Bukan hanya mengalami perubahan jadwal hari, tapi kapal itu juga mengalami perubahan jadwal jam kedatangan.

Hal ini diperkirakan, karena kapal tersebut tidak bisa melaju maksimal karena alasan kondisi alam.

Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Selat Lampa.

”Hari ini pun banyak orang ketipu. Informasi awal kapalnya sandar disini jam 6 pagi, tetapi ternyata mundur lagi jadi jam 1. Lelah kita nunggu, ada juga orang yang datang ke pelabuhan sejak jam 3 tengah malam tadi,” tuturnya.

Namun begitu, meski merasa kesal dan lelah menunggu karena seluruh calon penumpang terlihat dapat menerima kenyataan ini karena alasan keselamatan.

Baca Juga :  Inisiatif Jaga Kebersihan Masih Kurang

”Tapi tak apalah kita nunggu lama asal selamat. Kalau dipaksakan nanti gak bagus juga jadinya, maklum lah cuaca sedang macam ini,” pungkasnya.

Kepala Syhabandar Ranai, Liber membenarkan kondisi ini. Ia mengatakan, keterlambatan itu terjadi karena adanya angin kencang di Perairan Kalimantan Barat dan Natuna selama beberapa hari ini.

Kecepatan angin diperkirakan rata-rata dalam kisaran 30 hingga 50 kilometer perjam.

”Belum lagi gelombangnya yang tinggi. Ketinggian gelombang sejak tanggal 2 kemarin berkisar 1,0 sampai 4,0 meter. Sebelumnya, ketinggian maksimalnya sampai 6,0 meter. Cukup berbahaya juga diarungi,” pungkasnya.

Baca Juga :  2018, Disparbud Gelar Festival Antarsuku

Terpantau sejak Jumat pukul 05:00wib pagi area Pelabuhan Selat Lampa sudah mulai dipadati oleh calon penumpang tujuan Anambas, Tanjungpinang dan Jakarta.

Area parkir pelabuhan padat dengan mobil angkutan pelabuhan, dan mobil pribadi yang hendak menjemput keluarganya. Begitu juga dengan calon penumpang, mereka terlihat memadati jalanan dan warung-warung yang berada di seputaran pelabuhan. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here