Jaga Kedamaian, Puluhan Ormas Teken Petisi ‘Tolak Kerusuhan’

0
121
Ketua PWI Tanjungpinang Bintan, Zakmi membubuhkan tandatangan mendukung deklarasi Damailah Indonesia, Tolak kerusuhan, di Gedung Daerah, Jumat (14/6/2019).

TANJUNGPINANG – Menjelang putusan sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ratusan masyarakat di Tanjungpinang menggelar deklarasi damai bertema; Damailah Indonesiaku Tolak Kerusuhan. Acara yang digelar di halaman Gedung Daerah Kota Tanjungpinang Jumat (14/6/2019)
ini dihadiri berbagai elemen dan Ormas serta perwakilan organisasi-organisasi

Deklarasi yang dinisiasi oleh pengurus dan kerabat Melayu Raya Tanjungpinang bersama berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Tanjungpinang, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Dalam deklarasi itu, masing-masing utusan membuat petisi dan membubuhkan tandatangan sebagai upaya mendeklarasikan penolakan kerusuhan.
Ketua Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar mengatakan, deklarasi tersebut sebagai upaya menjaga daerah agar tetap menjaga ketentraman dan menghargai sesama. Menurutnya, deklarasi Damailah Indonesiaku menolak kerusuhan tersebut juga digelar di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

“Kita ingin Indonesia, khususnya Tanjungpinang tetap aman, untuk itu kita mengajak selurah eleman masyarakat, bersatu, bergandeng tangan untuk Indonesia damai. Tidak boleh ada kerusuhan karena perbedaan pendapat, karena semua sudah diatur di dalam konstitusi NKRI,” sebutnya.

Pada saat itu juga, Ketua PWI Tanjungpinang Bintan Zakmi juga mendukung apa yang dilaksanakan oleh Hi-Melaya Korwil Tanjungpinang.

“Apapun yang kegiatannya positif dan bermanfaat bagi orang banyak, tentu saja akan kita dukung.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tanjungpinang, Zubad Akhadi Muttaqin juga mengapresiasi kegiata tersebut.
“FKUB Tanjungpinang sangat mendukung deklarasi itu dan menginginkan kerukunan tetap terjaga di masyarakat Indonesia dan Tanjungpinang khususnya.

Menurutnya, masyarakat harus banyak belajar dari Negara-negara di Timur Tengah dan di Asia Barat yang hancur karena pertentangan politik yang dibalut dengan agama.
Ini yang harus kita hindari. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here