Jakarta Intiland dan Santika Janji Manfaatkan Lahan

0
389
Deputi BP Dwianto Eko Winaryo (tengah) saat dialog dengan Dubes Inggris untuk Indonesia Mr Moazzam Malik dan pengsaua beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Tiga perusahaan yang menerima alokasi lahan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam berjanji akan segera merealisasikan rencana bisnis mereka. Realisasi bisnis mereka dijanjikan setelah BP memanggil ketiga perusahaan itu. Dua di antaranya penerima lahan itu, Jakarta Intiland dan Santika Group. Ketiga perusahaan itu sudah melakukan presentasi.

Menurut Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, mereka melakukan pemanggilan terhadap para pemegang alokasi lahan yang belum memanfaatkan lahannya. Lahan yang belum gunakan itu berada di kawasan Batam Center. Para perusahaan yang dipanggil dan komitmen terungkap dari presentasi rencana pembangunan.

”Jakarta Intiland akan membangun hotel dan convention. Grup Santika akan membangun hotel,” kata Dwi.

BP meyakini jika ketiga pihak itu, serius untuk membangun atau memanfaatan lahannya. Namun untuk lebih pasti, BP Batam akan melakukan adendum perjanjian dengan perusahaan-perusahana itu. Sehingga selain mendorong perusahaan memenuhi kewajiban, juga ada kepastian terhadap lahan-lahan itu.

”Adendum perjanjian itu untuk memastikan pemanfaatan lahannya. Jadi kita pastikan mereka serius dan mereka harus siap dengan konsekuensi kalau tidak menjalankannya,” tegasnya.

Menurut Dwi, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap pemegang alokasi lahan lainnya, yang belum memanfatakan secara maksimal. BP untuk sementara lebih fokus dulu untuk memanggil lahan di Batam Center, Kabil dan Tanjunguncang. Usai lebaran ini, penerima lahan di Kabil akan dipanggil.

”Kita harapkan, mereka sudah menyiapkan master plan pembangunan,” harapnya.

Diakui, atas pemanggilan pemegang alokasi lahan beberapa waktu lalu, berdampak pada penerima alokasi lahan yang lain. Dimana, beberapa pihak sudah melakukan komunikasi dengan pihak lainnya. ”Di Tanjunguncang, rencananya ada satu perusahaan yang bergerak di bidang industri re-cycle kardus akan dibangun,” beber Ady.

Mereka akan membangun dua tahap. Tahap pertama, akan dibangun 16 hektare dan tahap kedua akan dikembangkan menjadi 22 hektare. ”Di Kabil juga akan ada yang dibangun. Kita harap, ada efek pemanggilan, pada pembangunan,” harapnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here